Terhenyak oleh Bale Soto


Rabu, 2 Desember 2015, kemarin, saya, istri saya, dan Adit (sepupu saya) meluangkan waktu untuk bertemu setelah jam kantor. Dulu kami bisa dengan mudahnya bertemu di ruang keluarga saat kami masih tinggal di Pondok Labu. Tetapi karena sudah pindah, akhirnya hanya waktu tertentu kami dapat berjumpa. Ditambah dengan ke-(sok)-sibukan kami pada pekerjaan, karir, dan usaha untuk bertahan hidup itu. Hush! Bekerja itu ibadah.

Pertemuan kali ini berlokasi di Bale Soto, sebuah restoran yang terletak di Jl. Daksa No. 11, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Karena topik yang dibicarakan sifatnya personal, jadi yang bisa saya bahas di sini hanyalah tempat nongkrong-nya ya.

Saat melihat laman resmi Bale Soto, saya terkesan dengan foto ruangannya. Sisi luar dan dalam restoran ini dibatasi oleh pintu dan jendela kaca, menyebabkan restoran terasa luas dan homie. Susunan lampu-lampu klasik, lampu berhiaskan sarang burung, dan hiasan botol gelas cokelat menjadi pernak-pernik unik dalam restoran ini.

Sesampainya di sana, kami disambut salam hangat oleh pelayan restoran yang ramah. Kami pun diarahkan pada meja kosong sesuai jumlah peserta kali ini dan tanpa menunggu lama, pelayan memberikan menu.

Saat melihat daftar menu, saya terhenyak. Ternyata restoran ini memiliki banyak pilihan menu dari mulai soto (tentu saja), nasi goreng, mie goreng, hingga cemilan-cemilan tradisional seperti kue laba-laba, asinan betawi, lumpia, dan pempek. Hal yang menambah keterhenyakan (diulang, karena judul postingannya sudah begitu) saya adalah harga yang ditawarkan tergolong ekonomis, serasa makan di warung tradisional. Hari gini dimana coba di Jakarta, restoran bersih, letak strategis, dan tata ruang yang artsy, kita masih bisa menikmati teh tawar hangat seharga 3.000 rupiah dan soto campur seharga 25.000 rupiah?

Dari rasa, Soto restoran ini tidak mengecewakan. Enak dan sesuai dengan harapan. Kuahnya gurih, nasi dimasak dengan baik (tidak terlalu lengket), dagingnya pun cukup banyak.

Setelah saya posting beberapa foto di akun instagram saya (@matiinu), ada beberapa komentar dari teman-teman yang ternyata juga pernah makan di sini. Ada yang mengusulkan untuk mencoba Mie Jawa dan Mie Acehnya. Noted, dua makanan tersebut akan menjadi sasaran saya berikutnya kalau berkunjung ke sana.

Jadi sedikit sharing saja, kalau mau ketemuan, tawaran untuk mampir di Soto Bale rasanya sulit untuk ditolak.

Suasana di dalam Bale Soto

Soto Spesial isi daging ayam, sapi, dan babat

Kue Laba-Laba

Apalah artinya makan soto tanpa kerupuk

Comments

  1. I'm so hungry right now. I want to try all of them.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts