Tuesday, July 28, 2015

Perjalanan Pertama Jakarta ke Medan dan Pengalaman Naik Railink


Selama 3 hari ini saya, Ayu, dan dua orang teman kami mengunjungi ibukota Provinsi Sumatera Utara, Medan. Tujuan kami sederhana, menghadiri pernikahan teman yang dilangsungkan di Kota Medan.

Karena kami berempat "buta" kota Medan dan kesempatan kali ini merupakan pertama kalinya kami menginjakkan kaki di Pulau Sumatera, kami pun mulai mencari informasi tentang apa yang harus dilakukan selama kami ada di sana, dari mulai wisata kuliner hingga tempat untuk berjalan-jalan dan berfoto.


Untuk pencarian hal penting pertama, yaitu tiket pesawat dan hotel, kami memanfaatkan jasa website Traveloka yang menurut iklannya dapat memberikan harga terbaik untuk kedua hal tersebut. Menurut saya pribadi,  website ini memang mudah untuk digunakan. Dalam pencarian tiket pesawat, saya dimudahkan dalam memilih nama maskapai kisaran waktu keberangkatan, dan harga tiket. Untuk perjalanan kami kali ini, saya memilih menggunakan Batik Air yang merupakan premium level dari maskapai Lion Air. Sebelumnya saya pernah menggunakan Batik Air dalam dua perjalanan saya ke Ambon dan Semarang. Kedua pengalaman itu menunjukkan bahwa Batik Air tidak mengecewakan. Jarak antar kursinya luas, ada sarana hiburan yang memadai, dan makanan yang berkualitas.


Untuk pemesanan dan pencarian kamar hotel, saya menggunakan jasa Traveloka juga karena pemesanan hotel melalui Traveloka yang dilakukan setelah pemesanan tiket pesawat ternyata memberi pelanggan potongan harga untuk harga kamar hotel per malamnya. 


Sama seperti saat melakukan pemesanan tiket pesawat, pemesanan kamar hotel pun dipermudah dengan penggolongan jenis hotel sesuai tingkat bintang, lokasi, dan fasilitas yang dikehendaki. Untuk pemesanan hotel bintang 3, saya memutuskan untuk memesan kamar di Swiss Bellinn Hotel yang berlokasi di Jl. Surabaya. Alasan saya memilih hotel tersebut karena harga yang tidak terlalu mahal untuk dua orang dan lokasinya yang dekat dengan Stasiun Kereta Medan. Alasan saya memilih lokasi dekat dengan Stasiun Kereta Medan adalah karena saya dan Ayu ingin menggunakan Airport Railink Service (ARS) yang merupakan kereta bandara pertama di Indonesia sebagai moda transportasi kami dari bandara ke kota Medan
.
Tiba di hari keberangkatan, kami menggunakan jasa Uber Jakarta. Kami berdua sudah terbiasa menggunakan moda transportasi ini karena harganya yang relatif lebih murah dari taksi umumnya dan mobil dengan ukuran yang lebih besar. Minimal kami akan mendapatkan sekelas Avanza/Xenia untuk Uber X.


Perjalanan dengan Batik Air dari Cengkarang ke Kualanamu memakan waktu sekitar 2 jam. Dalam perjalanan, kami diberi pilihan makanan, yaitu nasi goreng dengan telor ceplok atau nasi kuning dengan telor bulat balado. Kedua makanan tersebut tidak mengecewakan kami berdua (saya memilih nasi goreng dan Ayu memilih nasi kuning). Kami hanya menyayangkan pelayanan yang diberikan oleh pramugari pada saat itu mungkin bisa lebih ramah lagi guna meningkatkan kepuasan penumpang.

Makan siang di Batik Air: Nasi Goreng

Jarak kaki dengan kursi cukup jauh

Pusat hiburan dalam pesawat dalam berbagai bahasa
Sesampainya kami di bandara, kami terkagum dengan penampakan Bandara Kualanamu yang dibangga-banggakan oleh Indonesia. Penampakannya sudah seperti bandara-bandara internasional sekelas Kuala Lumpur International Airport (KLIA). Atapnya tinggi, dinding didominasi kaca sehingga terasa  terang benderang dan luas. Kesan etnik mungkin tidak sekuat apa yang ditampilkan bandara-bandara tua di Indonesia akan tetapi aksen daerah lokal masih tampak di beberapa struktur seperti tembok atau elevator.

Check-in Counter di Kualanamu
Hiasan Bagasi Melayang di Stasiun ARS Kualanamu



Transportasi dari bandara ke kota disederhanakan dengan adanya kereta bandara ARS. Selepas mengambil bagasi, konter pembelian tiket kereta ARS pun langsung menyambut. Di sana sudah tersedia jadwal  perjalanan kereta dan di tempat yang sama, petugas ARS siap melayani pembelian tiket dan menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait perjalanan kereta bandara.


Perjalanan menggunakan ARS mengingatkan kami pada kereta bandara di negara lain yang pernah kami tumpangi. Interior dalamnya bersih, ada tempat penyimpanan koper, dan setiap penumpang mendapatkan bangku masing-masing. Perjalanan dari Kualanamu ke Kota Medan memakan waktu sekitar 45 menit. 

Fasilitas kereta ini kami anggap sesuai dengan harga yang ditawarkan (apalagi bila mempertimbangkan kepastian waktu perjalanannya). Untuk tiket non-promo, penumpang harus membayar Rp 100.000,-/orang sedangkan bila beruntung, ada tiket paling murah non-promo dengan harga Rp 55.000,-/orang. Untuk informasi lebih lengkap silakan kunjungi website Railink.





Cerita mengenai makanan yang sempat kami "libas" di sana, akan saya tulis di postingan berikutnya.

2 comments: