Take-Off!

Sepertinya salah satu kesalahan terbesar manusia adalah ketika mereka mencoba membandingkan diri mereka dengan individu lain. Padahal jelas-jelas manusia itu diciptakan berbeda, secara lahiriyah dan batiniyah. Tetapi secara naluri, kita mencoba membandingkan diri kita, mencoba menyamakan tingkat kesuksesan atau bahkan kesengsaraan. Beberapa kali saya pernah membaca entah di sebuah postingan blog atau artikel yang terkait masalah kejiwaan dan pengembangan diri, bahwa kita haruslah hidup dengan mencoba menjadi yang terbaik dari diri kita. Mungkin yang paling sulit dari bagian itu adalah menjawab pertanyan "siapakah diri kita" itu.

Ada beberapa teman yang seringkali membuat saya berpikir, dari segala postingan blog mereka, saya selalu melihat buah pikiran atau buah karya yang menunjukkan siapa diri mereka itu. Entah mereka seorang seniman, pengajar, pemikir, atau bahkan seorang pekerja ibukota. Semakin saya runut dan cermati postingan mereka, saya semakin melihat skema siapa diri mereka. Semakin lama juga saya melihat bagaimana mereka menikmati menjadi diri mereka. Beberapa bisa disimpulkan sudah menemukan siapa diri mereka, beberapa masih meraba-raba jati diri. Kemungkinan saya masih salah satu yang mencoba mencari tahu siapa diri saya ini. Tetapi tak apalah, saya pernah berbincang dengan sepupu saya tentang hal ini dan mendapat kesimpulan bahwa kalau kita berhenti bertanya tentang siapa kita dan apa yang sebaiknya kita perbuat, kita akan terhitung mati. Ada benarnya juga, apa serunya hidup tanpa bertanya dan mencari jawabannya.

Lalu akhirnya pagi ini saya sampai lagi pada sebuah pertanyaan itu, "Apa yang sebaiknya saya lakukan dalam hidup saya?" Hari ini mungkin lebih bisa dijangkau, well ya, itu yang paling nyata dan paling (terasa) mudah memang. Sebagaimana Ayu selalu mengingatkan saya, kita harus selalu mengerjakan apa yang terbaik pada saat ini. Kerjakan dengan sungguh-sungguh apa yang kita jalani sekarang, dengan tambahan tetap menggantungkan cita-cita dan mimpi untuk masa depan. Ilustrasinya mungkin seperti pesawat bersiap take-off, sudah menyalakan jet, berjalan cepat, tetapi roda masih menyentuh daratan. Mungkin nanti ada fase dimana kita sudah mengudara, ketika sudah di atas sana kita tidak boleh lupa melihat ke bawah, memeriksa ketinggian, menghadapi cuaca buruk, dan suatu saat mungkin kita harus mendarat sebelum melakukan take-off lagi menuju tempat lain. There is no easy way, even for airplane. It takes a lot of gasoline and careful check-up before it flies again. Don't forget it needs a lot of crews and good management to make it work well and able to facilitate passengers inside it.

Memulai lagi hari ini dengan mencoba memeriksa apa yang bisa dikerjakan sebaik-baiknya saat ini, sambil terus bertanya tentang apa yang bisa dilakukan di masa depan, dan tidak lupa terus mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan.

Pekalongan, 22 Januari 2014.


Comments

Post a Comment

Popular Posts