Jakarta, 12 Januari 2013

Postingan ini adalah penanda jejak dari sebuah hari yang menurut saya sangat sempit. Sempit secara luasan ruangan. Akan tetapi di sisi lain, hari ini cukup luas. Saya menghabiskan waktu dengan membaca dan bermain game. Saya di rumah seharian, seperti beruang berhibernasi minus banyak makan. Well, sebenarnya beruang kalau hibernasi ya tidak makan.

Highlight-nya ada di sini, hari ini, seharian Jakarta hujan terus. Literally, hujan terus sepanjang hari. Dari jam 1 pagi saat saya mau tidur hingga sekitar pukul 21.00. Beberapa ruas jalan di Jakarta lumpuh oleh genangan air, tidak heran bukan? Sudah pastilah Jakarta yang bentuk jalan rayanya itu seperti talang air raksasa pastilah akan menjadi kolam instan jika hujan turun tanpa henti seperti itu.

Saya ingin mengomentari sedikit beberapa sindiran yang ada di media massa terhadap kerja Gubernur DKI Jakarta saat ini, Pak Jokowi, kaitannya dengan masalah banjir yang tidak usai-usai. Para penyindir tampaknya memandang Pak Jokowi dan Pemda Jakarta sebagai pesulap. Jika beliau sudah pernah blusukan ke suatu wilayah, maka otomatis banjir di sana akan hilang.

Beberapa orang menyalahkan beliau bahwa banyak permasalahan di Jakarta ini tidak kunjung usai, seperti kemacetan, banjir, premanisme, upah buruh, dan masih banyak lagi. Saya pikir para tukang nyinyir itu tidak tahu rasanya berada di posisi beliau. Bukannya memberikan solusi yang terjadi seringkali menghardik dan menjelekan usaha yang sudah dilakukan beliau. Jika ingin Jakarta bebas macet, suruh semua orang berhenti pakai mobil pribadi, usulkan pada pemerintah pusat untuk menyiapkan sebuah regulasi yang menyulitkan warga untuk membeli mobil, jangan cuma teriak-teriak tetapi masih pergi ke mana-mana pakai kendaraan pribadi. Saya sendiri mencoba sebisa mungkin membantu dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Kalau memang tidak ingin kena banjir, coba perhatikan lagi got di sekitar rumah, sudah sanggup belum mengalirkan air dengan volume besar? Kalau belum maka harus diperbaiki atau buat biopori di lingkungan sekitar. bisa juga dengan memberi usulan kepada aparat setempat untuk memperbaiki sistem drainase di lokasi banjir. Ketidakpedulian kita sesungguhnya adalah sebuah boomerang, akan menyerang kita kembali. Being ignorance will bring us nowhere.

Mari kita cari solusi dan bertindak sama-sama untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Comments

Popular Posts