Godaan dan Bagaimana Menyikapinya

Bahaya ya judulnya? Godaan. Kesannya seperti lagi dielus-elus... pakai mistar. Jadi sebenarnya saya sedang ingin cerita sedikit tentang "godaan". Menurut KBBI, godaan itu berarti sesuatu yang dapat menggoyahkan hati. #asyek

Sebenarnya godaan yang akan dibahas di sini berkaitan dengan hal duniawi, terutama barang, belum menyangkut godaan akherat atau lawan jenis. Cerita sederhananya seperti ini, saya sering sedang di jalan petantang petenteng sambil menikmati pemandangan sekitar, menghirup udara terus tersedak debu, biasanya diakhiri kelilipan juga, dan melihat banyak iklan di dunia ini. Saya menatap iklan diskon inilah, itulah, potongan Ramadhan lah, promosi buka puasa lah, beli ini gratis itu, beli motor gratis Miranda Kerr, ya macam-macam hal seperti itu yang membuat dompet jadi lebih longgar untuk ditarik dari kantong pantat.

Apa hubungannya dengan semua hal itu? Ini hubungannya dengan cinta datang dari mata lalu turun ke hati. Sayangnya dari hati bisa turun juga ke dompet yang dapat menyebabkan turunnya saldo tabungan di awal bulan, apalagi kalau cintanya sama handphone Vertu. Hal itu dapat menyebabkan penurunan saldo dan prospek masa depan, moal bisa nabung keur meli popok. #edan #udahpopokaja

Jadi kita sering digoda oleh betapa banyak produk di dunia ini yang membutakan kita. Tapi... kalau pengen gimana? Susah juga kalau pengen. Tapi pengen. Terus di sini saya berkelahi dengan tulisan sendiri. Jadi intinya kita harus bisa mengatur "kepengenan" itu menjadi sesuatu yang efektif. Walaupun cerita berikutnya kurang tajam dan membingungkan, saya ingin bercerita sebuah kisah berbasis saran dalam bentuk godaan dari seorang teman yang hidupnya berjualan sosis, yaitu Mas Yogas.

Mas Yogas pernah berkata pada saya di lab kampus. Dengan perut tambunnya itu dia bilang (bicaranya tetap pakai mulut kok, perutnya belum bisa bicara. Setahu saya.), "Maneh kudu beli mouse wireless. Asli, dunia maneh akan berubah."

Dulu dengan congkaknya (dan belum punya dana juga) saya bilang itu tidak perlu. Saya puas dengan mouse berkabel. Tetapi saat ini, ketika masalah dana bisa sedikit ditanggulangi dan ada tulisan promosi diskon harga mouse wireless, mendadak saya jatuh cinta dan... beli. Iya, akhirnya saya beli mouse wireless. Ternyata setelah saya pakai mouse wireless, dunia saya benar-benar berubah. Saya bisa main laptop dari jauh. Bisa sambil tidur-tiduran makan kentang dan minum es teh manis. Bisa mengendalikan laptop dari jauh tanpa harus kesandung kabel, dan yang terpenting tidak repot gulung sana-sini ketika mau pulang kantor. Dunia saya berubah menjadi lebih praktis.

Jadi godaan Mas Yogas di masa lalu itu ternyata ada gunanya. Ternyata saya telah dicerahkan. Berkaca dari hal tersebut, saya mulai sedikit lebih lowong dalam merespon godaan barang dan promosi. Saya mencoba menjadi smart buyer. Jangan terlalu tertutup dengan adanya sebuah inovasi, coba dulu, kalau menyesal ya jangan dibeli lagi. Kita juga perlu mencari tahu tingkat manfaat yang diperoleh dari suatu barang bila dibandingkan dengan nilai tukarnya. Lakukan studi mendalam mengenai keunggulan dari suatu barang yang akan kita beli, apapun itu. Bila harganya mahal menurut kita, seyogyanya ada keistimewaan lebih yang dimiliki barang tersebut.

Jangan terpancing dengan ilmu pemasaran yang baik, ataupun iklan yang berlebihan. Pengalaman saya terhadap sebuah produk, mereka menjual berbagai keistimewaan yang seolah bermanfaat, padahal setelah saya pakai saat ini, tidak banyak keunggulan yang disiarkan dalam iklan produk tersebut bermanfaat seutuhnya. Frekuensi penggunaan fasilitas khusus itu pun tergolong jarang dan cenderung membuat daya tahan barang menjadi berkurang.

Kita hidup di era teknologi modern dimana manusia sudah memiliki pengetahuan yang tinggi dalam mempromosikan suatu barang. Di dunia ini, kita jelas-jelas hidup dengan cara saling membujuk. Oleh karena itu, pandai-pandailah juga membujuk diri sendiri untuk memahami mana yang perlu dan pantas kita miliki atau beli. Jadilah konsumen yang pandai melihat manfaat dan tidak berlebihan dalam menaksir manfaat sebuah benda.

Semoga tulisan ini bermanfaat guna menghadapi godaan promosi.

Comments

  1. PRIA TAMBUN PENJUAL SOSIS

    WHYYY??!!

    WHYYYYYYY??!!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba lihat kenyataannya. Coba maneh lihat ke bawah.

      Delete
  2. ini lucu. si perut tambun jualan sosis, haaahaaa
    soal godaan, urang cukup paham aja lah. yes.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts