Solusi Sederhana Kemacetan Jakarta (Short-term)

Contoh ide menciptakan arus lalu lintas yang teratur

 Sesungguhnya kalimat dari Gubernur DKI Jakarta, Jokowi, tentang ketidaktertiban pengendara kendaraan bermotor sebagai penyebab kemacetan Jakarta bisa dinyatakan benar. Sudah lama saya melanglangbuana di ibukota, merasakan lalu lintas dari daerah pinggiran ke tengah kota setiap pagi, kemudian merasakan lalu lintas dari pusat kota ke daerah pinggiran di sore hari. Pengalaman saya menyatakan bahwa kemacetan timbul karena tidak adanya kerja sama antar pengendara. Setiap pengendara egois. Tidak mau memberikan ruang gerak pada pengendara lainnya. Hal ini yang kiranya menyebabkan lecetnya cat kendaraan, pecahnya kaca spion, hingga pecahnya hubungan percintaan karena telat jemput. #eh #taksengaja #bukancurhat

Pengendara motor dan mobil juga seringkali tak mau berbagi jalan bagi kendaraan lain yang lebih membutuhkan. Padahal jika jalan tersebut diberikan, tidak mempengaruhi waktu tempuh secara signifikan (baca: macet bro!). Jika semua orang memiliki prinsip seperti berzakat, yaitu berikanlah ruang sedikit bagi orang lain, niscaya Tuhan akan membalasnya berkali-kali lipat, maka kemacetan dan harmonisasi antar pengendara dapat terjalin. Hubungan percintaan pun terjaga. #loh #kok #lagi

Contoh berbagi dapat membawa berkah ditunjukkan pada kasus di bawah ini,
Dapat dilihat bahwa arus lalu lintas dapat lebih lancar jika mobil warna merah mendapat ruang gerak yang cukup untuk berputar. Hal ini dapat memperlancar arus lalu lintas pada arah berlawanan dan menghindari deadlock pada jalur di depan. Kemudian dapat dilihat perilaku pengendara motor yang kerap kali menimbulkan kemacetan, motor yang menyerobot antrean (dan diikuti banyak motor lainnya), dapat menyebabkan kemacetan yang tidak perlu.

Demikian sedikit berbagi tips mengenai cara berkendara dan membuat lalu lintas yang lebih baik pada daerah-daerah padat seperti di kota Jakarta. Semoga dapat bermanfaat bagi perjalanan kerja, sekolah, dan percintaan anda. #eaaa #teteep

Comments

  1. bagi gue sih, tetap. Yang paling pantes untuk mengeluh soal macet adalah para pengguna angkutan umum.
    Pengaturan kendaraan bermotor di jalan memang efektif. Jalanan jadi rapih. Tapi, kayaknya situasi seperti itu justru memicu orang-orang untuk semakin ingin naik kendaraan bermotor. Jadinya, ya makin banyak aja mobil/motor di jalan..

    kalau pun pengaturan lalu lintas kendaraan bermotor (khususnya milik pribadi) mau dilakukan. Pastikan sarana angkutan umumnya ditingkatkan dulu..

    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepakat sekali. Gw adalah salah satu orang yang ingin sekali bisa mengandalkan kendaraan umum sebagai moda transportasi. Sayangnya, masyarakat belum bisa mengandalkan (minimal) ketepatan waktu kendaraan umum, terutama yang krusial seperti bus kota dan angkot.

      Seperti yang gw tulis di judul, ini hanyalah short-term. Nggak mungkin bisa begini terus. Kelak harus berubah.

      Mudah-mudahan tidak lama lagi metode amatir yang gw tulis ini bahkan tidak perlu diaplikasikan karena mayoritas orang sudah menggunakan kendaraan umum untuk beraktivitas.

      Delete

Post a Comment

Popular Posts