Ketakutan

Ketakutan masyarakat kita terhadap kemiskinan sangatlah tinggi. Hal ini meneror diri saya bolak-balik dan membuat saya berpikir, sebenarnya kenapa harus takut miskin seandainya ini merupakan kondisi bersama?

Ketergantungan Indonesia terhadap barang import, mobil, motor, dan benda lainnya, semata-mata adalah sebuah pola pemikiran yang ditimbulkan oleh pihak kapitalis dan penyedia barang kepada kita yang merupakan pasar terbesar mereka. Kita didikte dan dibutakan oleh keindahan etalase, majunya teknologi, kenyamanan semu, hingga kita sampai pada titik "tidak bisa hidup tanpa mereka (produk import)" terjadi.

Pada dasarnya kelemahan terbesar masyarakat Indonesia adalah ketakutan mereka untuk dipandang miskin dan tidak terhormat yang berkaitan dengan harta kepemilikan. Titik lemah itu dimanfaatkan dengan sangat baik oleh pihak penyandang dana untuk mengobrak-abrik pemikiran kita, membutakan kebutuhan bersama kita, hingga yang paling parahnya adalah kebijakan negara. Kebijakan negara tentunya berkaitan dengan kepentingan banyak orang.

Ilmu saya masih dangkal, tetapi saya ingin tahu sebenarnya, seberapakah kemampuan kita sebenarnya? Saya melihat banyak teman-teman saya saat ini direkrut oleh perusahaan-perusahaan asing yang besar. Mendapatkan fasilitas dan gaji yang mencukupi. Masa depan yang (tampaknya) cerah. Hingga kepastian hidup di hari tua.

Kalau dilihat dari jumlah orang-orang berkualitas di Indonesia, saya yakin sebenarnya kita memiliki SDM yang luar biasa. Sangat menakutkan. Keistimewaan kita adalah ancaman nyata bagi bangsa-bangsa di luar sana. Pemuda-pemudi kita berapi-api ingin pandai, pergi ke luar negeri, melihat dunia, menggali ilmu, berkarir tinggi, kaya demi peningkatan kualitas, berwiraswasta, semua itu semata-mata merupakan ancaman besar bagi pihak asing bila bangsa kita mencoba keluar dari penjara kapitalis ini.

Bayangkan seberapa besar kekuatan kita bila seluruh SDM berkualitas kita kembali ke haribaan ibu pertiwi dan semua sumber daya alam kita berhasil kita olah sendiri. Kita punya potensi besar untuk mandiri atau bahkan menjual produk buatan dalam negeri.

UANG adalah sebuah angka nominal semu yang berhasil menyetir kita. UANG adalah kendali fana atas segala kebijakan negara kita. UANG adalah ketakutan bangsa kita yang terbesar.

Bukan karena sombong saya membuat tulisan ini, tetapi saya ingin mengusik sedikit logika dan hati kita. Sadarilah apa yang kita punya. Kembalilah berpikir demi kepentingan bersama. Sampai kapan kita mau menjadi korban perbudakan modern. Buka mata. Buka hati. Kuatkan hati dan tekad.

Kalau memang salah satu bentuk kedamaian adalah keadilan yang merata. Saya rasa kita saat ini berada di pihak yang tidak mendapat keadilan.

Comments

Popular Posts