Pemikiran: Kelas Psikologi Persepsi

Pernah nggak terpikir bahwa kita ada di sebuah kelas, dosen mengajar dengan semangat perjuangan kemerdekaan dan lo merasa otak lo entah di mana?

Faktanya adalah gue berada di kelas seperti itu, dengan dosen ibu-ibu yang sangat bersemangat melakukan monolog tentang kuliah psikologi persepsi. 90% dari mahasiswa di sini diyakini pikirannya melayang-layang ke tempat lain. Ada yang mengerjakan skripsi, ada yang main handphone, ada yang mengerjakan TA, dan tentu saja ada yang baca 9gag.

Yak, tingkat akhir kuliah, dimana kita hidup mengejar nilai IPK. Dimana kita lebih peduli absen dibanding ilmu, dimana otak berlarian ke hal lain yang menurut kita lebih penting. Kelas-kelas yang kita pilih berdasarkan rumor dan ekspektasi bisa malas tapi mendapat nilai bagus.

Idealisme berkata lain, kita bilang bahwa belajar adalah mencari ilmu, tetapi realitanya kita memang butuh nilai. Lalu siapa yang harus diperjuangkan dari dua hal tersebut?
Atau mungkin, kapankah?

Comments

Popular Posts