Penggembala Tupai Akhir

Tupai Akhir, sebuah dilemma psikis yang dialami oleh hampir semua mahasiswa kecuali mahasiswa yang kuliah dan ilmu pengetahuan menjadi sebuah makanan kaya serat setiap hari sehingga walaupun itu sulit dicerna tapi melancarkan pembuangan, selalu dibantu adanya "Penggembala Tupai Akhir".

Dari jurusan gue sendiri yang semua dosennya sudah mendapat lulus S-3 yang berarti Tupai Akhir mah udah skip abis. Dimana mereka mungkin sudah membuat Gorilla Akhir atau bahkan Aligator Akhir, Tupai Akhir adalah sebuah langkah kecil yang mereka telah lalui dengan celana cutbray, kemeja buka kancing dua, rambut agak berantakan, BB belum ada, ke*iak Eva Arnas masih lebat (curiga mereka juga lebat karena mengidolakan beliau) dan badan masih kurus (berbasis dari foto-foto lama yang ditemukan di himpunan).

Nah, para "Penggembala" ini dipilih ketika kita mengambil mata kuliah Metode Penelitian. Mata kuliah apa itu? Itu adalah mata kuliah dimana kita akan mendapatkan sebuah ilmu untuk membuat METODE PENELITIAN. Di mata kuliah itu kita akan dijelaskan tentang, bagaimana mencari Tupai, Tupai jenis apa, Tupai ini jingkrak atau kayang, apakah Tupai ini berhubungan dengan jurusan lain, apakah Tupai ini memiliki hubungan dengan program pasca-sarjana, apakah Tupai tersebut anggota band dan membuat video dengan resolusi buruk dan bagus (tapi menyebabkan kram leher sesaat)? Pokoknya mata kuliah ini bertujuan untuk membuat kita menjadi cerah dengan keberadaan Tupai Akhir (yang kenyataannya seringkali membuat kita makin gelap, tidak jauh berbeda dengan orang kelamaan tidur dan beleknya ngelem kelopak mata. Belajar MetPen bisa bikin kita kebanyakan tidur).

Pemilihan ataupun pengundian "Penggembala" Tupai Akhir ini tidak jauh berbeda dengan Russian Roulette. Bedanya kita tidak mati cepet. Tapi mati bisa perlahan-lahan kalau terkena pelurunya. Jadi beberapa dari kita semua mendadak sedikit histeris dan panik. Apakah "Penggembala" kita asik, Apakah dia jenis "Penggembala" banyak proyekan, Apakah dia jenis "Penggembala" yang percaya bahwa anak Tupainya mandiri sehingga dia justru kebanyakan proyek di luar sana hingga terlupakan nasib anak gembalanya sampai akhirnya anak gembala makan Ma-icih (sebuah cemilan pedas) sambil menangis-nangis. Di situlah ketegangannya. Akan tetapi, bila kita tahu topik Tupai Akhir kita apa, niscaya... semua lancar. Dari lancar digantunging, sampai lancar dan memulai Tupai Akhir terlalu cepat yang berakibat dosen walinya yang namanya-demi-Tuhan-jangan-disebut-atau-tukang-es-cendol-bakal-musnah murka dan menyebut anak gembala itu PERBANKAN! Eh, Pembangkang *bisik2*.

Ada juga "Penggembala" yang terkenal dengan sejarahnya memiliki anak gembala yang lulusnya... menunggu ular kadut berjalan kayang. Yang berarti, lama bener. Entah karena apa, tapi ada yang track recordnya seperti itu. Dan gue adalah anak gembala dirinya. Akan gue buktikan pada dunia, lalu RX Robo, dan RX Bio, bahwa gue bisa. Bisa! BISA!!

Penggembala gue ini orangnya pintar juara dunia. Berdiskusi dengan dia sama menantangnya dengan gelar tinju profesional. Bedanya gue mukul dia pakai ukuran kepalan segede jari jempol , dia segede fondasi beton anak sipil. Ilmunya sudah besar sekali. Kalau misalnya dibandingkan dengan Si Buta dari Gua Hantu, Penggembala gue ini Si Buta Melek Buta-Lagi Melek dari Gua Hantu-Kabur-Jalan-Kayang. Dia bahkan pernah ikut proyek memindahkan GAJAH! Suer! Gajah dipindahkan sama dia, dari kisah itulah gue percaya bahwa memang dulu candi bisa dibuat dalam satu malam. Ini adalah sebuah kenyataan. Ini membuktikan bahwa Pavlov memang ada dan kuda jenius yang bisa berhitung itu nyata. Viva la vida! In Harmonio Progressio!

Ada lagi jenis "Penggembala" yang selalu membawa kecerahan pada anak gembalanya setiap habis pertemuan. Dia orangnya asik, jiwanya muda, nilai dari dia bagus, orangnya banyak amal dan rezeki. Ilustrasinya seperti ini.

Nama WANI (disamarkan)

WANI Satu bulan belum bimbingan,
WANI : "Hidup gue sampah, dunia ini gelap. Apa ini semuanya kok saturationnya rendah?"
Gue : "Tenang kawan, lihatlah gue. Walaupun gue gelap, at least... Kok dunia kehilangan warna ya? *kucek-kucek mata*
-ngisep etanol dipanaskan dengan bunsen-

WANI baru saja bimbingan,
Situasi --- di bulan April
WANI : "GILA! Gue bisa lulus Juli! Gila! Ah, udah ah, bowling yuk! Apa kita sekalian aja nonton film marathon ya!?" (Padahal belum sampling, belum survey, belum siapin alat-alat, belum nulis apapun)
Gue : *diam bengong sedikit iri* *menepuk bahu WANI*
-gue, ngisep asap BETRIX-

Di situlah peran penting "Penggembala" Tupai Akhir. Dia akan sedikit banyak menentukan mood lo, menentukan progress, nasib, atau bahkan jodoh (beberapa Penggembala sukses membuat anak gembalanya memiliki progress bagus dalam percintaan dibanding Tupai Akhir).

Pilihlah dengan bijak dan berdoalah pada Gusti Allah yang Maha Kuasa atas segalanya. Semoga mendapatkan "Penggembala Tupai Akhir" yang membawa berkah. Jayalah Tupai Akhir!

Comments

  1. temen saya lulus oktober kok sama penggembalamu.....tapi kayaknya penggembalamu punya pelet dueh, domba-domba penggembalaannya banyak yang masih sering silaturahmi, minta saran merumput dimana, jadi kamu beruntung domba inu...

    oh, tapi saya dulu sengaja ga nulis mamalia dan konservasi ke topik biar ga dapet penggembalamu, muahahahahaha

    ReplyDelete
  2. Saya merasa beruntung kok Kak. Seriusan.

    Tapi emang kayak ada ciri khas gitu ya si Bapak Penggembala itu.

    Halah, ternyata situ juga sengaja menghindar. Eh, tapi dulu waktu dapat Penggembala Saya, Saya tenang dan senang kok. Mohon doa Kak.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts