Ketika Tingkat Galau Datang

Oke, di sini akan diceritakan sebuah topik dan badai di kepala. Seumur-umur gue kuliah. Tidak pernah ada ceritanya gue galau berkepanjangan. Yah, at least lebih dari 4 hari lah. Tidak pernah. Kali ini galau disebabkan karena akademik (terutama) dan shock mental akibat adanya persiapan perubahan tahap hidup. Untuk teman-teman tingkat empat mungkin menyadari bahwa ini adalah tahun terakhir kita. Kita sudah di penghujung kehidupan sekolah yang kita anggap lumrah, yaitu lulus S-1.

Lulus S-1 tidak sama dengan ketika lulus SMA. Untuk beberapa orang yang Alhamdulillah memiliki rejeki lebih dan memiliki kesempatan untuk memastikan bahwa bisa sekolah lagi, lulus SMA tidak menimbulkan galau berlebihan, karena kita tahu setelah lulus SMA, 90% kita akan kuliah.

Tapi lain halnya dengan lulus S-1, kita mulai pusing mikirin abis kuliah mau apa? Jualan cendol? Kuliah lagi di tempat deket penjual cendol? Atau bahkan kerja bikin cendol (kenapa harus cendol ya?).

Setelah lulus mau apa?

Kerja : Oke, kalau kerja. Kemungkinan yang bisa gue lakukan apa? Apakah gue akan membantu Ibu membuat bisnis rumah tangga (yang belum ada). Atau gue akan bekerja di sebuah perusahaan yang belum tentu menerima gue dengan kesadaran diri gue akan keterbatasan dan kemampuan yang belum mumpuni. Jadi, bakal kerja kah?

Sekolah lagi : Kemungkinan terbesar adalah sekolah kuliner atau sekolah ngojek. Rrrrh, gak deng. Oke, gue pengen sekolah lagi. Tapi ketika memilih sekolah lagi pun ada ketidakjelasan bernama.... SEKOLAH DI MANA? DAN SEKOLAH TENTANG APA? Berbahagialah kalian yang sudah jelas mau sekolah di mana, tidak perlu memikirkan topik minimal yang kedua.

Dan topik paling sebenarnya agak bisa dikesampingkan adalah NIKAH.

Ini saja menimbulkan pertanyaan besar. Nikah sama siapa? Kapan? Di mana? Perlu ngundang mantan seperti Dian Sastro, Mariana Renata, dan Yuni Shara (Et, tante2) juga gak? Ah, riweuhlah nu iyeu mah. Kumaha Gusti Allah we.

Coba ya Allah... berikan hambamu ini kerjaan gampang seperti,

Tukang Kayang Freelance : Kerjaannya. Difoto di landmark2 terkenal di dunia untuk kayang. Abis kayang dapat $1000. Eta!

Tukang Foto dengan perspektif Kayang : Jadi fotografer dengan posisi harus kayang. Perspektif baru, aliran baru. Syukur-syukur gak menimbulkan penyakit kelamin baru akibat terlalu banyak kayang.

Tapi at least, gue tahu satu hal yang ada di depan mata gue, yaitu TA (Tupai Akhir). Ya, Tupai yang terakhir di dunia ini harus diselamatkan dan dikonservasi. Karena dia satu2nya solusi dan menjadi bukti bagi anak-anak gue bahwa Alvin and The Chipmunks bukanlah hewan fantasi seperti Unicorn atau Naga. Jangan-jangan dulu Naga juga gagal dikonservasi oleh manusia-manusia Neandhertal. Makanya mati semua.

Asik teu tulisan mabuk ular ini? Hahaha. Nya geus lah. Doakeun we hirup urang baleg. Tong lila berdoa ka Gusti Allah. Amien. Ya Allah, kalau memang Saya sulit berdoa, buatlah muka Saya terlihat seperti Brad Pitt. Amien.

Comments

  1. Masih ada jatah dua tahun, nak. Hiburlah kami yang jatahnya hampir habis..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts