Hidup ini Sebuah Titik Indah

Hari itu Saya menatap sebuah titik, dimana titik itu tidak pernah bisa diraih. Sepertinya.

Kemudian Saya bertemu seorang pemuda, dia bersemangat sekali memandang harinya. Dia menyapa saya dan berkata, "Hei, hari yang indah. Seperti hari-hari sebelumnya."

Di dalam hati Saya berpikir. Hari Saya sepertinya tidak seindah kamu. Cih. Kemarin Saya mendapat banyak tugas. Banyak yang perlu diselesaikan dan Saya melupakan arti sebuah kesenangan.

"Kamu tahu kenapa hari Saya menyenangkan?", Tiba-tiba dia bertanya pada Saya, "Karena Saya punya sesuatu yang selalu menjadi sebuah titik tujuan. Saya selalu melaluinya, tapi betapa baiknya Tuhan. Dia selalu memberi kita titik baru. Dimana titik tersebut akan mengisi hidup kita, menjadi sebuah garis, menjadi sebuah bentuk. Tuhan baik sekali, kita diberi kebebasan untuk menentukan bentuk hidup kita. Sejauh ini, bentuk hidup Saya masih samar, tapi Saya tahu, akan ada titik akhir bagi hidup Saya. Dan ketika berakhir, berarti bentuk hidup Saya sudah utuh. Harapan Saya hanyalah, bentuk hidup ini akan menjadi sebuah gambaran indah yang kelak diingat orang atas manfaatnya dan keistimewaannya. Saya ingin hidup Saya spesial, setiap titik bukanlah kesia-siaan. Setiap titik adalah hasil pilihan hidup Saya dan tidak pernah Saya sesali, karena Tuhan tahu, titik Saya adalah sebuah bahan dasar dalam bentuk hidup. Dan menjadi sebuah komposisi indah dari orkestra kehidupan.", Ujarnya sambil tersenyum.

Seketika itu Saya merasa bahwa Saya sedang menginjak sebuah titik. Di depan Saya masih banyak. Kemudian Saya ikut tersenyum dan berkata, "Hidup ini indah ya, Saya lihat banyak titik di depan Saya. Terima kasih Tuhan."

Comments

Post a Comment

Popular Posts