Satu Minggu Lagi Untuk Si Kampungan

Hari Minggu ini diawali dengan hal-hal yang menyenangkan. Pulang jam 4 pagi karena melakukan dagelan spontan bersama volunteer AFS di kantor Limau, menyaksikan pertandingan sepakbola Jerman vs Argentina dilanjutkan dengan Spanyol vs Paraguay. Pertama kalinya Penulis bisa menonton semua pertandingan secara utuh tanpa ketiduran. Luar biasa. Terima kasih kawan-kawan.

Kemarin Penulis sudah pamit dan mohon doa pada beberapa orang karena tidak bisa ikut orientasi AFS Bina Antarbudaya tahun ini. Suatu tradisi hidup yang merefresh kembali hidup. Capek, lelah, begadang, tapi hidup menjadi lebih baik. Jujur, Penulis sangat merindukan suasana orientasi. Tapi memang hidup tidak selamanya lurus. Seperti celetukan yang keluar tadi malam ketika penyerang Argentina selalu menendang lurus ke arah kiper Jerman.

"Nendangnya jangan lurus dong! Pantas ketangkep terus. Udah ketebak."
"Sama aja ya kayak hidup. Makanya jangan lurus terus. Nanti ketebak."

Celetukan yang menarik, benar sekali. Penulis mencoba membelokkan hidupnya kali ini. Tidak hanya lurus menghadiri kepanitiaan AFS, tapi mencoba bengkok dengan mencari pengalaman baru. Dengan "bengkok"nya hidup Penulis, diharapkan banyak yang bisa diceritakan, dibagi, dan dikembangkan.

Satu minggu lagi, ekspektasi Penulis cukup besar. Semoga bermanfaat. Banyak yang ikut ribet karena keegoisan Penulis untuk mem"bengkok"an hidupnya. Visa beres hari Selasa, tiket sudah di tangan. Belum imunisasi dan ke dokter gigi. Ooh, hampir lupa. Penulis belum mengurus NPWP, supaya nanti bebas fiskal.

Satu minggu lagi. Doakan Penulis yang masih awam dan kampungan soal pengalaman seperti ini.

4 Juli 2010 ; Di pinggir jalan, menemani Ibu pesan genteng untuk rumah.

Matiinu I. Ramadhan
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Comments

Popular Posts