Loh Kok Strikernya Bukan Torres?

Hello, di Senin pagi yang cerah berawan dingin-dingin gimana gitu. Saya menulis sambil menonton re-run Argentina vs Mexico tadi malam.
Saya melihat bahwa Argentina yang dihuni pemain-pemain hebat belum menunjukkan bahwa mereka sehabat itu di lapangan, Messi bahkan tidak seganas di Barcelona.
Ada apa sebenarnya? Apakah faktor kehilangan partner permainan? Hal ini bisa jadi yang menyebabkan beberapa tim besar tidak bermain bagus seperti Inggris, Itali, dan Prancis. Tapi yang paling menjadi sorotan Saya adalah Inggris.
Pemain Inggris dari belakang sampai depan, dari ujung kaki sampai ujung bulu dada, siapa yang tidak kenal? Nama besar Rooney, Lampard, Gerrard, Terry, dan lain-lain. Jadi Saya membuat beberapa hipotesis mengapa mereka gagal.
Inggris
Gerrard : bermain tampak aneh, tidak setajam dan sevisioner biasanya. Menurut Saya, dia mencari Torres. Setiap dia mau memberi operan, dia tidak melihat adanya Striker ganteng dengan rambut kuning keemasan, yang dia lihat adalah Striker gempal putih dengan wajah seperti troll. Passing berantakan, hati pun berantakan
Lampard : Setiap akan mengoper bola ke Gerrard, apalagi ketika menggunakan pakaian merah, rasanya seperti blunder. Memberi bola pada liverpool. Lampard dari The Blues tentu jadi pusing sendiri. Mungkin di benaknya dia seperti bermain dikeroyok 10 orang liverpool digabung MU. Dia mencari dua striker hitam (baca : Drogba dan Anelka, bukan Essien), tetapi tidak ada.
Beckham : merasa paling ganteng di pinggir lapangan dengan jasnya yang asli ganteng banget. Dengan pakaian itu semua pemain merasa down. Beckham membuat mereka tertekan dengan kegantengannya. Permainan menurun karena setiap melihat ke bench, muncul pikiran di benak mereka, 'Cih, emang ganteng walau gak main di lapangan.' Syukurlah dia tidak bicara di TV karena tentu kita tidak ingin melihat Upin dan Ipin jadi ganteng dan pake jas.
Capello : melihat replay dan ekspresinya selama worldcup ini menyimpulkan bahwa ada kemungkinan Capello hobi creambath, manicure, pedicure, lulur, dan maskeran. Ekspresinya seperti Ibu-ibu. Bahkan Saya curiga dia "bancuang". Pokoknya kalau diperhatikan, Don Capello bahkan tidak sejantan Maradona yang mirip bos bandar narkoba. Dan sebagai "bancuang" ekspresinya agak mengerikan.
Pantas saja banyak pemain yang gak beres. Pemain Inggris sudah terbiasa dengan partner di klub mereka, pelatihnya suka berekspresi aneh. Mungkin Inggris harus cari pelatih seperti Joachim Loew yang modis dan tidak berekspresi aneh-aneh.
Inggris, ayolah. Saya bukan pendukung kalian, tapi harusnya bisa lebih baik. Kalau Perancis, mereka harus bisa kloning Zidane ulang. Baru deh mainnya bener lagi. Kalau Itali, buruan tobat Matterazzi, dosamu besar nak. Tobat nasuha, tobaaaaat! Bajingan lu Matterazzi!
Matiinu atas nama Sepakbola Dunia yang ngaco
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Comments

Popular Posts