inu, gw punya beberapa permasalahan hidup.. salah satunya adalah ketidakcocokan gw dengan ibu gw sendiri.. itu ibu kandung gw, dy baik bgt, tp ttp aja hati gw ngerasa g pernah cocok.. dikit2 kesel, pengen marah, dll...

Baiklah. Memang yang namanya orang tua dan anak itu kadang memiliki masalah. Ketidakcocokan, perbedaan pendapat, perbedaan kelamin*, perbedaan minus mata, perbedaan zaman, cara bergaul, dan termasuk di dalamnya perbedaan cara berpikir.

*anak di sini = laki-laki

Satu hal yang harus kita ingat adalah "Jadi orang tua itu tidak ada kurikulumnya". Mereka belajar sendiri bagaimana merawat anak, bagaimana mengajar, mengingatkan, memperlakukan anak, bahkan melahirkan (dokter hanya berkata, 'Ayo Bu, dorong... nah... tarik napas... tekan... wah, Bu, anaknya udah keluar tuh kepalanya. Sedikit lagi, wah sekarang kakinya. HAH!? KAKI!?*).

*anak ditemukan lahir dalam posisi menuju sikap lilin, bakat pesenam

Memang akan terjadi perbedaan pendapat, tapi ingatlah, kalian berdua manusia. Kecuali kamu adalah Tarzan atau Tarzin (Tarzan perempuan). Kalau kamu sudah besar, ingatlah bahwa banyak yang bisa diberikan pengertian dengan cara lebih halus. Orang tua kita hidup di zaman yang berbeda. Mereka tidak mengalami apa yang kita rasakan sekarang. Coba kalau kita ceritakan bagaimana kehidupan kita, apa yang kita sukai, apa yang kita cita-citakan. Beritahu mereka kenapa kamu menginginkan itu? Kenapa kamu berusaha untuk hal itu. Tunjukan fakta-fakta yang ada bahwa pilihan kamu itu ada benarnya. Jangan mencoba mengambil aksi nekat atau pilihan yang ekstrem, tanpa meminta pertimbangan orang tua. Doa mereka adalah tiket dari Tuhan agar kegiatan kita dilancarkan.

Hal yang sering terjadi adalah orang tua tidak mempercayai anak atau masih menganggap anak mereka belum mampu. Berikan kepercayaan dengan pembuktian. Tunjukan kamu berani, tunjukan kamu mau, tunjukan kamu mampu. Contohlah penulis, penulis merasa mampu untuk menjadi lebih terang kulitnya. Oleh karena itu penulis tau, suatu saat, suatu saat, suatu... saat (kalimat "suatu saat" ini ingin diulang ribuan kali).

Surga di bawah telapak kaki Ibu. Itu benar. Saya pernah melakukan suatu tindakan yang tidak diberkahi oleh Ibu. Tidak diikhlaskan, yang terjadi adalah masalah.

Katakan apa yang kamu mau, minta pertimbangan. Bila mereka marah atau kesal, ingatkan mereka bahwa hal ini bisa dibicarakan baik-baik. Percayalah bahwa Ibu mau yang terbaik untuk anaknya. Contohlah Tarzan, Si Ibu Gorila rela memberikan Tarzan pada bule Inggris agar si Tarzan bisa merasakan bagaimana rasanya pakai Crocs dan nonton ESPN.

Berusahalah kawan, We will rock you!

Makin banyak yang nanya pertanyaan aneh. Tapi silakanlah ku aing jawab!

Comments

Popular Posts