Lebih Mampu

Memandang kolam renang di Cilandak Sport Center membuat Saya teringat akan masa lalu. Kala itu Saya ikut kursus renang di sini. Pelatih renang ini terkenal karena mengajarkan cara untuk berenang denan baik dan cepat. Anak didiknya banyak yang menjadi atlet dari level kota hingga level nasional.

Tempat renang ini tidak murah harganya ditambah lagi bayaran bulanan untuk pelatih ini pun tidak murah. Oleh karena itu hanya anak-anak dari golongan ekonomi mampu yang bisa ikut serta dalam pelatihan ini. Alhamdulillah, Saya diberkahi keluarga yang cukup mampu secara finansial sehingga bisa mendapat pelatihan dari pelatih ini. Banyak teman-teman yang berlatih bersama Saya. Umumnya mereka datang dari keluarga golongan lebih mampu. Hal ini terlihat dari peralatan yang mereka pakai, mainan yang mereka bawa, mobil yang menjemput mereka, dan topik yang mereka bicarakan.

Keluarga Saya tergolong sederhana. Kami membeli yang kami butuhkan. Bukan yang kami mau. Jarang kami membeli barang yang kami mau.

Bergaul dengan orang dari golongan lebih mampu menjadi ujian tersendiri bagi Saya yang datang dari golongan mampu. Rasa minder yang selalu datang adalah hal umum yang dirasakan oleh Saya. Seringkali tidak mengerti apa yang dibicarakan, tidak bisa ikut acara yang mereka ajak.

Di sekolah negeri Saya tergolong keluarga yang beruntung. Saya merasakan menjadi golongan yang lebih mampu. Kondisi ini memberikan keleluasaan untuk beberapa hal. Saya bisa menyesuaikan pembicaraan karena hal yang saya ketahui lebih banyak dari teman-teman saya yang lain. Saya bisa membantu teman-teman Saya untuk menyelesaikan masalah yang membutuhkan bantuan finansial. Dan yang terpenting adalah Saya merasa dalam satu lingkungan dengan teman-teman saya. Saya bisa berbagi pengetahuan, berbagi kesenangan, membantu mereka mengetahui apa yang sulit mereka ketahui karena kondisi mereka.

Dari pemikiran ini saya punya tujuan baru dalam mendapatkan uang. Dengan jumlah uang yang berlebih. Banyak yang bisa kita berikan pada orang lain dibanding ketika kita tidak punya. Seperti kata Ayah saya, uang bukanlah tujuan, tapi alat. Alat untuk menjadi bermanfaat bagi orang lain. Tujuan hidup saya.

Comments

  1. tujuan hidup. big thanks for putting this into words nu! 6 tahun pertama gw di sd, seringkali gw cuma ngelihat ke atas. kebetulan gw sekolah di sebuah sd swasta, dimana kebanyakan siswanya berasal dari keluarga golongan lebih mampu. tapi alhamdulillah ketika smp dan gw masuk di salah satu smp negeri di jakarta selatan, mata gw dibantu untuk membuka lebih lebar. belajar untuk juga melihat ke bawah, mensyukuri apa yang kita punya.. dan mempunyai kesempatan untuk berbagi dengan mereka yang mungkin kurang beruntung.

    ReplyDelete
  2. Haha, Thanks Bi. Benar. Ini yang gw dapat sepanjang jadi anak negeri. Dari kecil sampai besar gw jadi anak negeri. Kerjaannya nyusahin negara. Hahaha.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts