Dalam Nama Tuhan Pergilah!

Pidato ini diucapkan oleh Oliver Cromwell untuk membubarkan Parlemen Rump, 1653

Tibalah saatnya bagiku untuk mengakhiri kedudukan kalian di sini, yang telah kalian cemarkan dengan pelecehan terhadap semua nilai kebaikan dan setiap keburukan yang kalian praktikkan; kalian semua adalah sumber kebusukan dan musuh bagi semua pemerintahan yang baik; kalian semua hanyalah segerombolan pencari untung.

Seperti Esau yang mau saja menjual negara demi semangkuk sup, dan seperti Yudas yang mau mengkhianati Tuhan hanya demi beberapa keping uang; masih adakah satu saja kebaikan yang tersisa dalam diri kalian? Adakah satu keburukan saya yang tidak kalian punyai? Wahai kalian yang lebih tidak beragama daripada kudaku; emas adalah tuhan kalian; siapakah di antara kalian yang belum menukar hati nurani dengan suap? Adakah di antara kalian yang mau sedikit saja memerhatikan kebaikan persemakmuran? Bukankah kalian tak ubahnya seperti pelacur yang telah mengotori tempat suci ini, yang sudah mencemarkan rumah Tuhan ini mejadi sarang penyamun dengan segenap prinsip tak bermoral dan praktik jahat kalian? Kalian kian menjadi beban tak tertangungkan bagi bangsa yang telah kalian khianati kepercayaannya ini.

Bangsa ini telah menuntutku untuk membersihkan mimbar Auegean ini, dengan mengakhiri semua penodaan kalian terhadap lembaga ini; dan atas petunjuk Tuhan serta kekuasaan yang ada di tanganku, aku sekarang memerintahkan kalian, atas semua dosa yang kalian lakukan, untuk segera meninggalkan tempat ini; pergi, keluar kalian semua! Cepatlah! Enyahlah kalian ara budah suap! Pergi! Bawalah tongkat berkilau itu, dan kunci semua pintu! Dalam nama Tuhan, pergi!

Ketika membaca pidato ini, Saya merasa bahwa harus ada orang seperti ini di Indonesia. Berani berteriak di hadapan wakil negara kita. Di depan negara kita. Bahwa ada kebobrokan yang sudah dapat dibuktikan keberadaannya di negara ini. Rakyat Indonesia. Mari berteriak pada orang-orang itu. Orang-orang yang menyalahgunakan kepercayaan kita. Orang yang menurut saya pribadi, bertalenta tapi tidak berada di jalan yang lurus. Jalan kebenaran.

Comments

Popular Posts