Kentut Biawak Kok Dipelihara?


Graaaaaaaaor!

Auman di atas akan mengawali blog gw yang kali ini temanya tidak jauh dari pencernaan. Alhamdulillah masih pencernaan. Jadi gini, pencernaan adalah hal yang setiap hari terjadi di kehidupan kita. Dari mulut, turun ke kerongkongan, ke lambung, ke usus halus, ke usus besar, dan terakhir adalah tempat paling naas di dunia manusia. LUBANG ANUS!

Jadi masalah ini sebenarnya sudah terjadi berkali-kali, ah buruknya kelakuan ini, yaitu serangan secara simultan di daerah lambung ke bawah. Bukan kawan, ini bukan diare, ini adalah sesuatu yang akan terjadi bila kamu menahan salah satu hasrat naluriah di dunia ini. Ini kelakuan buruk gw yang kadang terbawa dari kecil. Waktu gw kecil gw kadang menahan hasrat buang air besar (baca : E'e). Ada sensasi tersendiri ketika menahan hal tersebut. Well, gw tergolong manusia yang tidak buang air setiap hari di pagi hari karena tampaknya tubuh gw memiliki kemampuan proses yang aneh. Hasil dari makanan tidak langsung diolah menjadi nutrisi atau apapun itu yang ada di buku Biologi. Kemungkinan makanan itu mengalami problema berat di dalam usus gw sehingga baru setelah 3 hari akan muncul hasrat tersebut.

Nah, berhubung gw baru mengalaminya lagi, gw jadi ingin berbagi pada pembaca tulisan ini bahwa hal ini TIDAK BAIK DICONTOH bagi anak kecil di bawah 5 tahun. Karena akan mengurangi penggunaan popok yang berarti akan merugikan perusahaan popok instan (is it true? I really don't know) jika anak-anak balita berhasil menahan poopnya untuk keluar. Apa gunanya pakai popok instan. Gw baru saja melakukan penahanan hasrat itu, padahal kalau ini lubang punya lobang (well, it has a hole but it doesn't has any voice string to produce a sound, wait a minute, so... where the hell the fart comes from? Ah, it isn't important, SKIP!) pasti dia berkoar-koar, woy! Keluarin woy!

Berhubung gw lagi ketagihan nonton The Big Bang Theory, Gw malas beranjak dari tempat duduk untuk pergi ke WC, buka celana luar, buka celana dalam, jongkok, dan mulai membaca komik, dilanjutkan proses yang otomatis terjadi sebagaimana kalau kita ngetik "teh" di Word akan berubah menjadi "the" setelah kita tekan spacebar. Alhasil gw jadi menahan E'e.

Setelah lama gw menahan, akhirnya datanglah emergency call dari bagian bawah. Panggilan ini menstimulasi telunjuk kanan gw untuk menekan pause, diikuti dengan tangan kiri mengambil bacaan apapun yang tidak butuh berpikir, kemudian badan gw mulai berdiri dan ketika berdiri terjadi sedikit kontraksi yang tidak menyenangkan. Gw ambil kunci kamar gw dan berlari ke WC. Sesampainya di WC gw melakukan gerakan yang sudah disebutkan di atas. Dalam waktu beberapa menit saja keluarlah semua ampas kehidupan ini. Jangan tanya bentuk dan aromanya, buruk kawan.

Setelah membuang benda hina tersebut, gw merasa hidup gw berubah, minus di mata gw berkurang, pendengaran gw menjadi lebih jelas, kosan gw menjadi lebih nyaman, life is wonderful.

Pesan moral dari cerita ini adalah JANGAN TAHAN HASRAT BUANG AIR BESAR ANDA! Ini tidak baik bagi pencernaan dan keadaan psikologi Anda. Buanglah jika bisa. Jangan ditunda. Saya sendiri akan berusaha memperbaiki kelakuan saya yang berkenaan dengan hasrat naluriah jika sedang asik akan sesuatu hal.

Tahan hasrat anda hanya pada waktu-waktu seperti ini :
1. Sidang TA
2. Seminar TA
3. UAS
4. Bertemu Calon mertua atau bahkan mertua
5. Menyatakan cinta (kendalikan kondisi Anda, sangat tidak lucu jika kalimatnya berubah menjadi : "Rita (nama samaran), lo mau jadi WeCek gw?" )
6. Jadi Imam ketika Solat.

Mungkin ada teman-teman yang mau menambahkan waktu dimana kita harus menahan BAB. Ditunggu sarannya. Adios Amigos!

Listening To : Maniac - Michael Sembello

Comments

Popular Posts