Kampanye Pilpres

Pagi ini sudah dimulai dengan setengah terpejam dan mendengarkan suara orang berbincang-bincang di telepon. Butuh sekitar 1 menit untuk menyadari suara siapakah yang terdengar antusias ini. Dari kalimat-kalimat yang dikeluarkan Aku menebak bahwa akan ada acara siang ini. Oh ya, acara apa? Informasi selanjutnya memberitahu bahwa akan ada kampanye besar. Ooh, kampanye, siapa? Ternyata kampanye SBY. Setelah meyakinkan posisi si penelepon, Aku melihat ke arah sofa yang berada di ruang tengah dan mendapati Ibu sedang tertawa riang dan semangat dengan lawan bicaranya di telepon.

Usai menelepon, Ibu berteriak riang, 'Aku ikut kampanye siang ini!'. Ada apa sih Ibu bisa semangat begitu. 'Nanti Aku gak bawa mobil kok, naik bus rame-rame dari daerah Kampung Kandang.' Baiklah Itu informasi yang menarik. Ibu akan kampanye, ramai-ramai, dan naik bus. Oh ya, sebagai informasi tambahan, kampanya besar ini dilakukan di Gelora Bung Karno. Mengetahui lokasi kampanye, Adit langsung bersuara, 'Awas saja kalau sampai ngerusak rumput GBK.'. Hahaha, tawaku dalam hati. Ada apa sih dengan kampanye ini.

Setelah Aku pikir, kampanye untuk pilpres kali ini menjadi suatu fenomena tersendiri. Masyarakat ramai-ramai rela datang dari berbagai belahan kota atau bahkan dari luar kota. Tujuan mereka adalah memberi dukungan dan membuktikan bahwa calon mereka memiliki pendukung dalam jumlah besar. Mereka semua datang dengan harapan, harapan besar bahwa orang yang mereka teriakan namanya akan memberi mereka keuntungan. Keuntungan bagi mereka sebagai warga negara.

Kampanye yang membutuhkan banyak uang ini juga menjadi suatu wahana bagi beberapa orang guna memajukan usahanya. Supir bus mendapatkan uang lebih karena busnya digunakan untuk kampanye. Tukang sablon berproduksi besar-besaran guna membuat kaus partai dan kaus capres. Tukang cetak, tukang baliho, mereka kebanjiranorder untuk mencetak dalam jumlah besar. Luar biasa memang. Penghamburan uang yang bermanfaat untuk banyak pihak.

Bicara masalah pengeluaran, dari pihak SBY mengeluarkan iklan yang berkata bahwa pilpres cukup 1 putaran saja. Alasan yang dibawa dalam iklan itu adalah tentang masalah uang. Menurut iklan tersebut, dengan melakukan satu kali saja pilpres, maka akan terjadi penghematan. Uang yang dikeluarkan lebih sedikit. Maka uang tersebut dapat digunakan untuk pembangunan. Awalnya banyak orang yang mengangguk mendengar iklan tersebut. IDE BAGUS. Akan tetapi iklan itu ditampik oleh JK. Kenapa? Karena itu sama dengan menodai demokrasi. Pilpres 2 kali itu bertujuan agar rakyat dapat berdemokrasi. Tapi kalau masalahnya adalah uang berarti demokrasi kita itu dinilai oleh uang. Hal yang sangat menarik. Demokrasi kita memang tidak harus dinilai dengan uang. Kalau memang masalahnya pengeluaran, ya perkecil saja pengeluaran yang harusnya dilakukan bukan? Tidak perlu ada kampanye besar-besaran lagi, tidak perlu ada pencetakan atribut dalam jumlah besar lagi. Dicukupkan saja.

Kampanye selalu menarik. Momen-momen menuju pilpres selalu menjadi waktu yang menegangkan bagi pihak yang perhatian. Setiap orang menebak akan jadi apa bila negara kita dipimpin oleh salah satu dari capres yang begitu berambisi ini. Mari berdoa yang terbaik. Semoga segala pengorbanan yang telah dilakukan dalam proses pilpres ini akan berbuah manis bagi kita semua. Demi kita yang lebih baik. INDONESIA.

Salam,

Matiinu Iman Ramadhan

Comments

Popular Posts