Donor...(banyak) Darah...

Halo kawula muda dan kawula tua...Selamat Pagi untuk Anda semua!

Blog kali ini bercerita mengenai pengalaman pertamaa sayah...pengalaman yang...Oooooh..yang pertama.

Jadi kali ini cerita gue adalah tentang pengalaman pertama gw mendonorkan darah. Awalnya gue tidak begitu niat untuk mendonorkan darah, tapi karena Eva yang sangat ingin mendonorkan darahnya minta ditemani...ya apa mau dikata, akhirnya gue ke PMI cabang Bandung di Jalan Aceh. Bagi yang belum tahu...kantor tersebut ada di Jalan Aceh, di seberangnya sport station dan beberapa factory outlet lainnya. Gedungnya cukup besar didominasi warna putih berlantai maksimal 3 dan banyak ambulance di depannya.

Ketika gue dan Eva ke sana, suasananya sepi...mungkin karena di sini tidak dijual banyak barang kecuali darah. Hahahaha. Jadilah gue dan Eva masuk ke bagian pendonoran darah. Bagian pendonoran darah diawali dengan bagian registrasi. Di bagian tersebut pendonor akan dicek kadar Hb nya menggunakan mesin yang praktis. Ujung jari kita akan ditusuk lebih dulu, darah diambil sedikit dengan suatu wadah khusus, kemudian dimasukkan ke dalam mesin penghitung kandungan Hb untuk diketahui apakah kadarnya cukup atau tidak.

Ketika Eva diperiksa kadar Hbnya, ternyata angka menunjukkan 11,7. Angka tersebut membuat Eva untuk ke-9 kalinya ditolak mendonorkan darah. Niat baik tidak kesampaian. Melihat hal tersebut gue jadi pengen coba mendonorkan darah. Gue cek kadar Hb gue, ternyata CUKUP! 14 koma sekian. Alhasil, jadilah gue yang mendonorkan darah. Setelah pemeriksaan kadar Hb, gue harus menulis formulir pendonor yang akan dijadikan kartu pendonor. Setelah memberikan formulir, gue menuju dokter yang akan memeriksa tekanan darah gue dan mewawancara gue mengenai beberapa hal seperti umur, status, kelakuan, kuliah di mana, pacar siapa (yang ini gak bener).

Setelah diperiksa Pak Dokter, Gue menuju ruang pengambilan darah. Ruangan tersebut terdiri dari beberapa kursi yang luar biasa enak didudukin dan ditidurin. Ketika gue ke sana, gue melihat ada 2 orang yang sedang diambil darahnya, mereka terduduk enak dan diam. Pada bagian tangan mereka ada selang yang tersambung ke kantong darah. Gue membayangkan nantinya posisi gue akan seperti mereka, dengan badan terkulai lemas...terkapar.

Gue mencuci tangan gue sampai ke bagian siku. Kemudian tidur di atas kursi super nyaman di dunia itu. Pegawai donor yang membantu gue bernama Mas Deddy, dia mengenakan seragam putih dengan celana bahan hitam. Kalau dilihat dari wajahnya, umur dia mungkin sekitar 25 - 30 tahun. Mas Deddy melakukan beberapa perlakuan terhadap tangan gue. Pertama kali dia menggunakan alat pengukur tensi untuk menyumbat pembuluh darah gue. penyumbat tersebut membuat tangan gw yang gelap semakin...GELAP! Tangan gue kaku, gak bisa gerak. Gue pengen ngupil tapi gak bisa...yaudah deh, gw ngupil pake tangan kanan saja. kemudian gue mulai terbujur kaku...lama banget si Mas Deddy ninggalin gue di kursi itu. dalam hati gue berkata, "Mas! Ini mati saya mas...lama banget saya dibiarin kesumbat gini."



Bisa-bisa darah gw nyembur dari idung nanti. Haduh. Setelah sekitar...5 menit. Mas Deddy menghampiri gue dan mulai menyiapkan semacam selotip untuk manusia dan JARUM SEGEDE KUKU BERUANG! Itu jarum amit-amit banget besarnya. BESAR! Sebesar pembuluh darah aorta gue di tangan. Ya Allah, sebagi informasi gue agak takut jarum. Tapi sebagai pria sejati...gue tidak akan menyerah. Gue akan melawan, menerjang, mengaum, melolong, mengalahkan rasa takut gw terhadap jarum.






Setelah menyiapkan kantong darah dan selang untuk mengalirkan darah, Mas Deddy bersiap-siap menusukkan jarum sebesar KUKU BERUANG itu. Rasanya kayak mau dimasukkin pipa paralon ke dalam tangan. Gue berdoa dan...JLOOSS!! Yak, resmi dimasukkanlah jarum itu. Darah gue mulai mengalir melalui selang dan masuk ke dalam pipa. Gue sekarang tau bagaimana rasanya orang-orang yang disedot darahnya oleh drakula, mereka akan lemas...pasrah...hanya bisa cengar-cengir. Untunglah kantong darah ini tidak memiliki efek samping. Bila kita dihisap drakula, konon katanya kita akan menjadi drakula. Sekarang ini gue dihisap oleh kantong dari plastik. Gak kebayang sosok gue akan berubah menjadi kantong plastik...Mending kalo plastik bagus, lah ini pasti bakalan jadi kantong kresek.



kurang lebih 20 menit gue dihisap oleh sang kantong plastik. Oh iya, di kantong tersebut tertulis adanya golongan darah gw yang ternyata adalah 'A'. Gue baru tau kalau golongan darah gue 'A'. Kantong darah terisi dengan darah gw yang berwarna agak gelap. Tidak ada hubungannya dengan warna kulit, tapi memang itu darah hitam karena kandungan Hb gw lumayan mantap. Hahahaha. Setelah diambil selama 20 menit dan gue mulai lemas, akhirnya KUKU BERUANG itu dilepas. Gede banget.



Gue mendapatkan konsumsi dari PMI berupa biskuit, telur rebus, dan popmie. WOW! Lumayan, setiap gw pengen makan popmie, gw bisa sumbangin darah gw. Gue bisa hidup dari donor daraaah!. Hahahaha. (ide bodoh).




Yeah, itulah pengalaman pertama gw mendonorkan darah. Bagi kawan-kawan yang belum pernah mendonorkan darah, tidak ada salahnya mencoba. Bayangkan darah kita akan digunakan untuk orang lain yang membutuhkan. Bayangkan ada berapa banyak nyawa yang bisa kita bantu selamatkan dengan darah kita. Jadi ayo ajak keluarga dan teman untuk mendonorkan darah. Gak sakit kok. Paling cuma kayak ditancepin KUKU BERUANG!

Adios!!


NB : Thanks to Evita Rossi B. atas pengambilan gambar-gambarnya.

Comments

  1. nyoong! gw kan lg bokek ya. kl gw donor darah tiap hr gw bisa dapet konsumsi popmie sm telur rebus tiap hari. gw masih tetep idup ga ya? hahaha. cheers.

    ReplyDelete
  2. Gw juga sama nasibnya kayak eva disini gak pernah boleh karna kalo gak tensinya kurang hb-nya yang kurang :(, tapi seenggaknya pernah boleh sekali jaman dulu kala pas gw ulangtaun ke 17, haha..

    ReplyDelete
  3. Hahahaah, si Eva gagal melulu. Kasian dah. malah gw yang sukses.

    ReplyDelete
  4. muke lo nu, pucet banget.agak putihan kalo lagi begitu *berusaha menghibur..

    ReplyDelete
  5. Terima kasih Rassii...emang jadi agak putihan kok. hehehe. Dan aku gak AIDS ya adekku...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts