Malaikat Juga Tahu



Judul blog saya kali ini diinspirasikan (ngejeplak) dari judul lagu Dewi Lestari yang berjudul "Malaikat Juga Tahu". Kenapa saya menulis judul seperti itu? Karena saya sedang suka sekali mendengar lagu ini. Lagu ini memiliki arti yang dalam, apalagi jika kita melihat video klipnya yang menyayat hati.

Berikut ini adalah lirik dari lagu tersebut...

Malaikat Juga Tahu - Dewi Lestari

Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku juga
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati

Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri

Meski seringkali kau malah asyik sendiri
Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian
Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri
Cintaku yang sejati

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Kau selalu meminta terus kutemani
Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti
Relakan ku pergi
Karna tak sanggup sendiri

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu Aku kan jadi juaranya


Nah, yang ingin saya kagumi dari lagu ini adalah bagaimana Dewi menyambung kata-kata yang ada di dalam lagu ini. Terlihat sekali kemampuan menulisnyalah yang membuat dia memiliki kemampuan merangkai kalimat yang indah itu. Mendengar lagu tersebut saya menjadi penasaran untuk membeli buku berjudul Recto Verso yang merupakan satu paket dengan CD lagu Recto Verso. Buku dan CD itu sangat berkaitan, ada beberapa orang yang bilang, "bacalah bukunya sambil mendengar musik dari CDnya."


Mendengar rekomendasi itu penggemar buku bacaan pasti menjadi penasaran. Suatu konsep yang menarik dari Dewi Lestari. Kok saya seperti promosi ya? Tetapi jujur saja memang cara Dewi merangkai kata-kata lah yang membuat saya tertarik untuk membaca bukunya.


Baiklah kawan, sekian blog singkat dari saya. Doakan saya sanggup menabung untuk membeli bukunya.

Comments

  1. malaikat jual tahu.
    aku yang jadi.. juragannya.

    hehe

    ReplyDelete
  2. iyaaah...kenapa nggak kepikiraaan...

    ReplyDelete
  3. hehe. aku udah punya bukunya. tunggu ujian ah baru baca.

    ReplyDelete
  4. makanya nabung nuu.. biar bs cepet beli tuh bukuu.. heheee

    ReplyDelete
  5. buku yang ibarat cermin.
    membuat saya bisa mematut diri.

    Malaikat juga tahu?
    Tapi tetep kita ga tahu kan, hahaha

    ReplyDelete
  6. nice book to read nu!gw udah beli tapi belum dibaca..huehehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts