SHIT HAPPENS!

Saya bercerita lagi di pagi yang sangat cerah dan kali ini ditemani segelas air putih di sebelah kiri saya. Kamar saya luar biasa berantakan pagi ini, tas ada yang di belakang saya dengan kertas-kertas di sebelah kiri kaki saya, selain itu ada beberapa kabel data yang berserakan di sebelah kiri meja saya. Handphone yang tergeletak di depan saya pun menemani saya pagi ini.

Saya tergolong orang yang cukup rapi dalam menata kamar, tapi keadaan berantakan kali ini disebabkan bukan karena saya sibuk mengerjakan tugas atau pun banyak teman saya yang main ke kamar saya. Keadaan ini tercipta karena saya diharuskan mengangkat semua barang yang ada di kamar saya guna mencari dompet saya yang tak dapat ditemukan pagi hari sebelumnya.

Kemarin ketika saya akan pergi ke kampus, saya sudah menyiapkan semua barang yang akan saya bawa ke kampus. Dalam keadaan tergesa-gesa, saya tidak dapat menemukan dompet saya di sekitar kamar saya. Dalam keadaan sedikit panik dan buru-buru karena telat, saya mencari dompet saya dan mengangkat beberapa barang yang mengganggu. Pada akhirnya saya tidak dapat menemukan dompet saya. Saya akhirnya datang ke kamar teman saya yang bernama Qohar, kemudian meminjam uang Rp 50.000,- untuk bertahan hidup sementara.

Berangkatlah saya ke kampus. Sebelum ke kampus saya harus mengeprint laporan praktikum saya dan jurnal saya. Ketika saya sampai di tempat print langganan saya, dia berkata, "maaf mas, tintanya habis." Oke, sudah telat dan tinta habis. Saya pun tetap berangkat ke kampus dengan memikirkan solusi-solusi lainnya yaitu mencari tempat print di kampus. Alhamdulillah ketika di kampus, tempat print yang ada sudah buka - walaupun tulisan di pintunya "closed" - . Setelah memprint laporan dan jurnal saya, saya langsung menuju kelas untuk masuk kuliah genetika.

Segalanya berjalan lancar hingga ketika praktikum saya diberitahu bahwa harus mengumpulkan data MSDS larutan yang digunakan pada praktikum kali ini. Tercenganglah saya tetapi pada akhirnya saya diselamatkan dengan menyalin MSDS yang dimiliki teman saya secara tertulis (tangan). Hebatnya parktikum hari ini adalah praktikum berakhir pada pukul setengah 1 yang notabene saya hanya punya waktu setengah jam untuk beristirahat sebelum kuliah lagi.

Menunggu kuliah jam 1 siang saya mengisi waktu dengan makan siang dengan kawan-kawan. Jam 1 kurang 10 kami menuju ruangan kelas. Sesampainya di kelas saya melihat beberapa teman saya masih menunggu di depan ruang kelas, rupanya bapak Sony yang mengajar Anfiswan hari ini belum datang. Kami menunggu kedatangan dosen di depan pintu sambil berbincang-bincang. Lama kami berbincang-bincang, tidak ada tanda-tanda bahwa pak Sony akan datang. Akhirnya kami berkesimpulan bahwa hari ini tidak ada kuliah.

Untuk saya, tugas terakhir saya adalah menunggu datangnya jam 3 sore. Jam 3 sore saya akan bertanding basket melawan jurusan Arsitektur, tetapi pada pukul 3 kurang 15, senior saya yang bernama Malendra mengabari bahwa diharuskan membawa KTM yang saya tidak pegang sekarang karena hilang. Saya cukup panik karena tidak ada benda apapun yang bisa membuktika bahwa saya adalah anak SITH untuk saat ini. Saya akhirnya meminta tolong pada teman saya Haikal untuk mengantarkan saya ke kosan.

Sesampainya di kosan saya mencoba mencari dompet saya yang hilang. Sekali lagi saya angkat semua barang-barang yang ada di kamar saya, memeriksa sela-sela yang ada di kamar saya dan di antara buku-buku. Tetapi tidak ada kabar juga bahwa dompet saya ada di dalam kamar. Sampai akhirnya saya melihat Putra, anak kos baru di kosan saya, keluar dari kamarnya untuk mandi. Saya bertanya pada dia apakah dia melihat dompet saya? Jawabannya adalah, "Dompet hitam bukan? tadi saya lihat di garasi." Spontan langsung saya ke garasi dan benar saja, dompet saya ada di sana dengan uang yang sudah diambil. Alhamdulillah hanya uang saya yang diambil, bukan laptop, handphone atau benda lainnya yang penting.

Kembalilah saya ke kampus, dalam keadaan hujan yang menandakan bahwa pagi ini tidak akan ada pertandingan basket. Sesampainya di kampus hujan semakin deras, akhirnya saya, Haikal dan Abam -yang datang setelah 20 menit kemudian- duduk di depan lobby perpustakaan. Lama kami duduk di sana, kemudian kami pindah duduk di Campus Center bagian barat.

Pada akhirnya saya bertanya pada Abam di manakah iPod saya berada. Dan dia berkata, tadi dia titipkan pada Wina yang memberikan pada Inta karena dia ingin mendengarkannya. Oke, jadilah saya menelpon Inta dan bertanya di mana iPod saya. Dan dengan nada termehek-mehek dia berkata bahwa iPod saya HILANG!

Sesampainya saya di kosan, setelah meminta Inta ingat bahwa dia harus mengganti iPod saya, saya harus mengerjakan tugas di kosan dengan internet. Yang terjadi adalah internet saya mati dan baru aktif kembali pada pukul 5 pagi! SANGAT BERMANFAAT!

Yeah, itulah yang terjadi, segala kesialan sedang melanda 1 hari saya itu. Dompet dicuri, praktikum basi, kuliah nganggur, nggak jadi main basket, dan iPod hilang, jangan lupa dengan internet mati. Hahaha, untunglah tidak terjadi setiap hari. Oke, sekarang saya akan berangkat ke kampus dulu. Menjalani hari-hari yang menyenangkan (baca : berat) lagi. Bye.

Comments

Post a Comment

Popular Posts