Penelitian Kecil...



mencit di dalam kandang

Blog saya kali ini sebaiknya dihindari oleh pembaca yang sangat mencintai binatang. Pecinta binatang yang saya maksud adalah orang-orang yang menyayangi binatangnya hingga dimandikan setiap hari, diajak tidur, shopping, salto, senam lantai, dan melamar calon istri.

Blog saya ini akan menceritakan tentang hari pertama dari penelitian kecil di kampus. Penelitian kecil kelompok saya adalah tentang "Pengaruh Bayam terhadap Jumlah Eritrosit pada Mus musculus (Mencit) Betina". Dari judulnya saja bisa ditebak bahwa kami akan menggunakan sejenis hewan yang sudah seringkali mati syahid di lab karena menjadi bahan percobaan untuk penelitian di mana pun, kapan pun, sampai kapan pun (nasib yang buruk untuk spesies ini, bagi yang percaya teori  reinkarnasi berdoalah agar tidak hidup kembali menjadi mencit).

Penelitian kami tidak dimulai dengan baik karena untuk memulai percobaan ini dibutuhkan alat-alat khusus dan alat-alat ini sulit didapatkan di ACE Hardware, jadilah kami harus meminjam dari Lab jurusan kami. Setelah mulur menjadi hari senin, syukur alhamdulillah Gusti Nu Agung Allah... Akhirnya kami mendapatkan alat-alat yang kami butuhkan.
Berikut ini adalah daftar alat dan bahan yang dibutuhkan :
1. Mus musculus betina 10 ekor
2. Bayam
3. Mortar (bahasa kerennya cublekan atau ulekan, bukan alat perang)
4. Pipet tetes
5. Alat hitung eritrosit
6. Mikroskop
7. Sarung tangan Lab
8. Syringe (suntikan itulah)
9. Jarum gavage (Jarum yang digunakan untuk memasukan makanan langsung ke lambung)
9. iPod (ini yang paling penting! dan tidak dipasang di telinga mencit)
10. Kamera digital
11. Counter (alat hitung yang dipencet pencet itu, nanti angkanya bertambah setiap  kita pencet)

Setelah melihat alat-alat tersebut tentu akan terbayang bahwa percobaan kali ini sangatlah dahsyat. Dengan segala alat yang digunakan kami akan mengetahui bagaimana efek bayam terhadap jumlah eritrosit mencit (iPod tidak digunakan pada mencit, maaf mengingatkan saja).

Kelompok saya terdiri dari Ardwina R. , Matiinu Iman R. , Putri Astuti H. , Noviana,  dan Dennise Gabrielle Desatrio Saroinsong (namanya panjang dan gaul). kelompok ini menurut saya akan menjadi kelompok paling kompak dan inovatif, bila kelak melihat susunan anggota DPR dengan nama seperti ini, hati-hatilah membayar pajak!

Kelompok Pembantai Mencit

Percobaan dimulai dengan menimbang berat mencit satu persatu. Untuk bisa memegang mencit, tentu saja harus ada tekniknya. Caranya adalah PEGANG EKORNYA. Nah, setelah menimbang mencit satu persatu, kami membawa mencit ke Lab dan mulai melakukan prosesi tersadis dari percobaan ini yaitu PEMOTONGAN UJUNG EKOR. Kenapa sadis? karena ketika kami memotong ujung ekor mencit tersebut, mereka mengeluarkan decitan kecil (masih untung mencicit, kalau meraung, bingung kita). Setelah melakukan pemotongan ekor guna mengambil darah yang keluar dari ujung ekor tersebut, kami diharuskan menghitung jumlah eritrosit itu dengan alat ppenghitung eritrosit dan mikroskop. 

Sebelum membahas bagaimana proses penghitungan saya ingin kita sama-sama berterima kasih pada Tuhan bahwa kita tidak dilahirkan memiliki ekor panjang sehingga kita tidak bisa dipermainkan seenaknya dan tidak dipotong ujungnya untuk diambil darahnya. Bisa dibayangkan apa rasanya kalau sebagian dari tubuh kita dipotong hanya untuk diambil tetesan darahnya.

Untuk melakukan penghitungan dibutuhkan personil yang cakap, dengan mata sehat, otak segar, wajah tampan, badan atletis, dan jari yang cekatan. Melihat ciri tersebut bisa dipastikan hanya sayalah yang sanggup melakukan penghitungan itu. Cara menghitung eritrosit dengan mikroskop adalah
1. Nyalakan mikroskop
2. Letakkan alat penghitung eritrosit pada meja objek mikroskop
3. Letakkan kedua mata pada mikroskop (tentunya di bagian atas, well nggak usah dijelaskan)
4. Carilah bagian dari objek alat penghitung itu, yang bentuknya seperti papan catur, kotak-kotak tapi di setiap kotak ada bercak kecil-kecil bulat dan membuat lo ingin segera pulang ke rumah dan memeluk orang tua lo.
5. Pegang counter di tangan kanan
6. Letakkan jempol pada tombol counter
7. Hitunglah eritrosit (bercak bulat) sambil menekan counter setiap melihat satu buah.
8. Pastikan mata tidak lepas dari mikroskop, karena konsentrasi bisa buyar.
9. CATAT! jumlah yang telah dihitung.

Melakukan Perhitungan Eritrosit (lihat telinganya, di situlah guna iPod)

Setelah melakukan proses tersebut sebanyak 6  kali yang setiap satu kalinya itu menghitung 5 kotak berisi bercak-bercak itu dan setiap objek itu ada 2 mencit. Sudah nasib saya...

Mari kita lanjut dengan proses yang lagi-lagi membutuhkan orang beriman tinggi dengan mata sehat, badan atletis, dan pikiran sehat. Proses ini dinamakan GAVAGE! Dari namanya kita mengetahui bahwa proses ini adalah proses memasukkan makanan ke dalam lambung secara paksa dengan jarum. Bisa kita bayangkan bila kita memasukkan makanan kita ke dalam lambung dengan menggunakan pipa paralon berdiameter kecil langsung ke dalam lambung. Sudah terbayang? Lanjut...

Untuk melakukan gavage dibutuhkan syringe dan jarum gavage. Jarum ini memiliki ujung yang agak bulat agar tidak melukai esofagus (kerongkongan) mencit. Secara teori memang mudah, tetapi prakterknya cukup sulit. Untunglah saya mendapatkan suatu wejangan dari Master Abraham Basani Sianipar Si Raja Gavage. 

Abraham : "Nyet! caranya tuh, masukin jarumnya agak ke arah perut. Begitu masuk, SYAP! belokin dikit ke bawah kalau udah mentok. Syap!  masuk deh ke lambung. Kalo udah masuk...suntik deh...JADI KAN NYET!". 

Itulah Wejangan dari Bapak Abraham B. Sianipar yang Alhamdulilah berhasil saya lakukan pada 6 tikus yang sudah sangat menderita dengan sentuhan saya. Maafkan saya wahai dewa mencit tapi ini demi pengetahuan. Saat menggavage pun muncul banyak gangguan yang datangnya dari bagian ekskresi si mencit dan saya. 

Mencit --> mengeluarkan cairan kuning dan bulatan coklat
Nggak bisa pilih-pilih waktu untuk buang hajat memang mereka ini.
Saya --> ingin buang air kecil

Proses Gavage

Oke, pekerjaan hari ini beres dan kami bisa pulang ke rumah dengan tenang. Hoaaah, sudah pagi dan saya mau ke kampus untuk latihan basket. Semoga  blog ini menghibur...dan menjadi inspirasi bagi semua rakyat Indonesia. HORAS!

NB : Terima kasih pada Ardwina Risdhantie, Putri Astuti H. , Dennise G.D.S. , dan Noviana karena telah menyerahkan nasib kuliah Proyek Anfiswannya kepada saya dengan mengizinkan saya menggavage semua mencit.



Comments

  1. berdosalah kalian wahai pembantai binatang. tikus putih kan lucu inuu!

    ReplyDelete
  2. kata2'y gk bsa dcopy!! -__- but,, thanks to gavage! ^^

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts