Kuliah Lapangan Pangandaran

Selamat pagi!

Saya membuat blog kali ini di rumah Ardwina Risdhantie. Penyebab saya bisa menulis di sini adalah karena terjadilah peristiwa gathering dongo dari 7 orang di sini. Berawal dari ide gila untuk main dan menemani Wina, akhirnya 7 orang menginap di rumah Wina. Hal yang ingin saya ceritakan pada blog kali ini adalah mengenai Kuliah Lapangan Biosistematika Pangandaran 2008.

Perjalanan menuju Pangandaran dimulai pada pukul setengah 6 pagi dari pintu depan Ganesha. Perkiraan waktu perjalanan adalah 6 jam. Selama 6 jam di bus itu terlihat bahwa beberapa orang dalam kondisi capek. Jadilah bus ini diisi oleh orang-orang yang berkegiatan tidur. Selama perjalanan saya hanya mendengarkan iPod dan tidur. Entah apa saja yang terjadi di dalam bus selama perjalanan. 

Kami sampai di Pangandaran pada pukul setengah 12 siang. Karena hari itu hari Jumat, kami pria-pria muslim menuju masjid untuk melaksanakan solat Jumat. Setelah Solat Jumat, kami mengambil carrier kami dan berjalan menuju wisma tempat kami akan meninap. Tempat kami menginap itu adalah ruangan dengan ukuran 5 x 3 meter dengan jendela besar sehingga tampak seperti rumah kaca dan ada teras kecil dengan panjang kira-kira 1.5 meter. Walaupun sempit, tapi tempat ini menghadap padang rumput kecil dan dekat dengan pantai. Pantai dapat terlihat dari wisma ini.

Wisma Rengganis


Pantai di depan Wisma

Setelah beristirahat sejenak, perjalanan kami dimulai dengan menuju pantai pasir putih untuk mengumpulkan kerang dan alga. Setelah berjalan membelah hutan wisata, sampailah kami di pantai pasir putih yang sepi dan tidak ada pedagang. Pantai tampaknya dijaga agar tidak dirusak. Di pasirnya terlihat tumpukan cangkang kerang dan siput, selain itu banyak terdapat batuan koral yang terdampar di sini. Benda-benda ini menjadi  penahan air alami di pantai. Pengumpulan sampel kerang, gastropoda, dan alga berlangsung selama kurang lebih 1 jam. Setelah itu dilanjutkan dengan pengamatan burung sore di hutan.



Pantai Pasir Putih


Warga setempat (BUKAN!)

Bentuk kegiatan pengamatan burung adalah masuk ke dalam hutan kemudian kami mengamati dengan mata telanjang yang dilanjutkan dengan melihat menggunakan binoculars. Ciri-ciri burung yang teramati dicatat dan nantinya akan diidentifikasi.


Kelompok 2 di Hutan

Menjelang Magrib, kami berjalan menuju kamp untuk beristirahat sejenak dan bersiap-siap untuk pengamatan hewan malam. Pengamatan hewan malam ini bertujuan untuk mendapatkan beberapa sampel hewan malam. Fokus penangkapan hewan malam kali ini adalah katak, kodok, dan hewan-hewan lain di sekitar sungai. Untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan pada perjalanan kali ini, kami disarankan berjalan menggunakan sepatu boots. Sepatu boots itu membantu sekali ketika memasuki daerah sungai, sehingga kami tidak ragu-ragu untuk masuk ke dalam air. Kekurangan dari perjalanan kali ini adalah KURANG KATAK! Ada apa sih dengan katak-katak ini? Mentang-mentang bukan malam minggu terus jadi sepi apa katak kawin? Jadilah kami pulang dengan satu spesies katak saja.

Setelah pengamatan malam, kami beristirahat di wisma untuk menyambut hari esok. Esok paginya kami harus bangun jam 5 untuk pengamatan burung. Tidur malam pertama sangat-sangat menantang. Saya memilih tidur di teras karena di dalam sangatlah PANAS. Jadilah saya tidur di luar bersama sauri tauladan saya Kang Tejo Bawono. Dia sudah sangat berpengalaman dalam hal TIDUR. Ya, dia bisa tidur dengan posisi apapun, sambil duduk, cium lutut, sambil makan, mungkin sambil kayang juga bisa. Dia memang LUAR BIASA. Tidur di luar membuat saya menjadi sasaran empuk bagi makhluk-makhluk penghisap darah dan menyebalkan. Mereka menyerang saya di segala bagian, dari muka, tangan, kaki, kuping, hidung, telapak kaki, pantat, banyak deh. Alhasil, saya terbangun bolak-balik dan sulit tidur pada hari pertama. Untunglah ada Soffel semprot nyamuk! HIDUP ANTI NYAMUK!

Esok harinya dilanjutkan dengan pengamatan burung pagi. Pengamatan burung pagi ini seperti kegiatan menunggu dan melihat burung melaksanakan ritual pagi mereka. Buang air, bertengger, membersihkan bulu, ngupil, buat kopi, dan sebagainya. 

Setelah pengamatan burung, kami sarapan di kamp sebelum melanjutkan kegiatan selanjutnya yaitu, ke padang cikamal! Padang Cikamal adalah suatu padang rumput yang besar dengan tumbuhan-tumbuhan rumput dan pohon beserta hewan-hewan padang rumput. Awalnya kami membayangkan tempat yang indah, dengan angin sepoi-sepoi dan burung-burung berkicau. Kenyataan yang ada adalah padang rumput hijau, dengan banyak pohon di pinggirnya, dan burung-burung berterbangan, kotoran banteng berserakan dan PANAS! Yeah, inilah dia the real padang rumput.

Hari ke-2 ditutup dengan pengamatan hewan malam lagi. Tapi kali ini kami berjalan ke Gua Sumur Mundal. Di dalam gua itu ada landak bernama "Kliwon". Namanya sangat mantap, mantap menakuti kami semua. Saya sih tidak takut. Hahahahahaa! (menghibur diri). 

Esok Harinya kami berjalan menuju pantai yang dekat dengan peradaban. Tugas kami kali ini adalah mencari ikan dari nelayan dan mengidentifikasi satu persatu ikan yang ditemukan. Selain itu kami mewawancarai beberapa penjual ikan dan nelayan. Tugas kali ini relatif mengarah pada santai...karena sambil mengumpulkan ikan, kami banyak berfoto-foto.

Setelah identifikasi ikan, kami kembali ke kamp untuk bersiap-siap dan mempresentasikan apa saja yang sudah didapat selama 3 hari ini. Setelah 3 hari ini kami berhasil mengamati berbagai macam hewan di Pangandaran. Untuk menutup kulap ini, kami harus menceritakan apa yang kami dapat selama ini. 

Perjalanan pulang pun berlangsung selama 6 jam, kami sampai di kampus pukul setengah 10 malam. Kala itu cuaca hujan. Tapi saya harus pulang ke kosan karena kasur menunggu saya. 

Begitulah perjalanan kulap kampus kali ini. SERU! itulah kata-kata yang dapat menggambarkan kulap kali ini. Sekain dulu kawan-kawan.

Comments

  1. eheheee seruuuuuu! aku mau liat landaknya! :)

    ReplyDelete
  2. hihihihihi. sini sini. Makanya ke sini dong. hehehehe.

    ReplyDelete
  3. errhhh emangnya kamu bawa landaknya?

    ReplyDelete
  4. Astaganaga bonar, saya ga bisa tidur sambil kayang kok nu.
    tapi sambil roll depan,
    hahahaha.

    Yak, siap-siap kulap proyek eko...

    ReplyDelete
  5. nggak ada landaknya mah...hehehehe. Lah kang Tejo kan ahli tidur se-SITH. Mungkin nanti akan ada gelar S.Ti untuk kak Tejo. hehehehe.

    ReplyDelete
  6. mmm..asal tw aja..gw sebagai angkatn 05 yg asistenin kalian 07..sempet takut, kalian nyebelin dilapangan ato ga, coz ada isu2 yang bilang kalian nyebelin..tapi gw c ga percaya coz belom ngalamin..yang pasti gw dah takut kalian annoying..

    ternyata ga ko..justru kalian mirip bgt ma angkatan gw..coz bisa have fun dimana pun, dalam keadaan apa pun..tapi tetep ngerjain yang asisten suruh, ga pake ngeluh segala.. salut buat kalian..
    makanya gw seneng ngobrol ma anak 07 coz nyambung..

    tetap semangat yak..proyek ekologi menunggu

    ReplyDelete
  7. Hahahaha, terima kasih kak Salli...doakan kami masih bertahan hidup. Doakan juga saya sanggup membawakan barangnya Nungky (kenapa Nungky?).

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts