Different...


Muka nggak beres
Selamat Pagi!

Kata-kata yang enak untuk mengawali blog kali ini adalah "hoaaaah...". Mengapa "hoaaah"? Karena Bandung dalam keadaan dimana lebih baik kita tidur dan memeluk guling sambil nonton berita pagi daripada pergi ke kamar mandi dan bersiap-siap ke kampus (lain halnya dengan yang nggak suka mandi). Pagi ini dingin dan tidak cerah, membuat mood untuk kuliah hilang. Keadaan seperti ini paling enak bila kita isi dengan kasur dan susu coklat hangat...mmmmh...enak sekali pasti.

Keinginan di atas harus ditunda oleh beberapa teman saya. Beberapa dari mereka diharuskan pergi ke kampus pagi-pagi karena ada praktikum Kimia Organik. Mengapa saya tidak pergi? Itu karena praktikum kimia organik dilakukan bergantian setiap 2 minggu sekali. Minggu ini adalah giliran anak ber-NIM ganjil untuk melakukan praktikum. Menariknya, beberapa dari orang-orang yang akan praktikum itu masih ada di kosan masing-masing untuk mengerjakan laporan yang akan dikumpulkan PAGI INI! Hahahaha. Saya juga pernah melakukan itu. Mengerjakan laporan di menit-menit terakhir ini telah menjadi kegiatan mahasiswa di SITH selama kurang lebih 2 tahun untuk angkatan saya. 

Misalnya teman saya yang bernama Dwininta, dia baru saja mendapatkan data pengamatan laporan tadi pagi sekitar pukul 06.20. Waktu yang bagus, secara dia akan mulai praktikum pada pukul 08.00. dan sekarang di status Yahoo Messengernya ada tulisan,

Dwininta Widyastuti (Busy)
dee thanks a lot ): -- starting laporan

Hahahaha, Inta memang salah satu teman saya yang sangat menarik. Tapi bukan masalah ini yang ingin saya tulis pagi ini.

Saya menyadari kira-kira sejak awal bulan oktober. Banyak perubahan yang terjadi dalam ehidupan perkuliahan di tahun kedua bila dibandingkan dengan kehidupan di tahun pertama. Dulu kami sering belajar bersama dengan personil Amel, Acied, Saya, dan Wina. Sekarang berubah menjadi Finda, Ata, Wina, Abam, Haikal, Saya, dan lain-lain. Dulu saya setiap weekend pergi ke kosan Audi untuk bermain game bersama seharian. Sekarang ini bahkan saya lebih baik di kosan agar bisa mencicil pekerjaan untuk minggu depan. Pulang setiap sebulan sekali sudah tidak dilakukan, saya hanya pulang jika ada libur panjang. Karena saya lebih baik di sini, menghemat uang dan mendekam di kosan atau pergi ke tempat lain.

BEDA! Itulah yang terjadi sekarang. Perbedaan waktu kuliah, perbedaan kelas, perbedaan waktu, membuat kehidupan kami semua banyak yang berubah. Mungkin kata perubahan lebih nyaman untuk didengar, karena peubahan pasti terjadi. Perubahan cara berpikir, berbicara, dan bertindak pun akan terjadi terus menerus selama kita kuliah.

Tempo hari, teman saya yang bernama Amel pernah bercerita pada saya bahwa dia merindukan pergi bersama-sama, tertawa, dan belajar bersama di tahun pertama. Dia sekarang ini berada di jurusan Mikrobiologi yang kebanyakan terdiri dari orang-orang yang serius sekali dalam pendidikan (Amel juga serius sekali, makanya bisa masuk mikro). Saya bilang pada dia bahwa keadaanlah yang menimbulkan perubahan ini. Berada di satu Labtek bukan berarti kita bisa melakukan kegiatan  bersama-sama lagi. Ironis memang kalau kita lihat situasi bahwa kita ada di satu gedung, satu himpunan, tapi tidak bisa bermain bersama seperti dulu.

Beberapa dari kita mungkin berpikir bahwa kita akan memiliki kehidupan sekarang ini terus menerus, tapi ada juga orang-orang yang menyadari bahwa kita tidak bisa terus menerus seperti sekarang. Jika nanti kita lulus saja (amien), kita tidak bisa lagi bermain bersama teman-teman kita sekarang ini. Semua punya kehidupannya masing-masing.

 Perbedaan inilah yang akan terus ada, perbedaan inilah yang akan memisahkan kita, namun perbedaan ini nantinya akan menjadi pelajaran bagi kita, bahwa kita adalah makhluk Tuhan yang mencoba hidup di antara perbedaan yang terus berubah. Mengapa saya bilang perbedaan itu berubah? Ya, karena memang berubah terus. Kadang kita bersama, kadang kita akhirnya dipisahkan keadaan. Untunglah sekarang ada teknologi internet. Jika internet tidak ada, kita tidak bisa lagi menjaga hubungan dengan orang-orang yang hidup entah di mana. Teman-teman lama kita yang sudah entah jadi apa, keluarga kita, dan hal lainnya.

Perubahan yang saya alami saat ini mungkin masih perubahan kecil di masa-masa kuliah. Tapi itu memberi saya pengalaman dan mengingatkan saya, bahwa kehidupan kita sekarang ini yang kita anggap ideal, tidak akan terus seperti ini.

NB : didedikasikan untuk teman-teman saya yang sekarang, dulu, ataupun akan datang.

Comments

  1. nu . kenapa aibs gw ada dsini ?? hahaha terimakasih karena tulisan d ats gw anggap sebagai pujian buat gw .. haha . F .
    cerita ya bagus nu .
    oia . masa pas gw ketik nama gw d search engine google : Dwininta Widyastuti , blog lo dcerita ini lah yang keluar ! wau .

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts