Blog teler...di Ngopdoel

Orang yang udah mau diusir dari NgopDoel dan minum  gelas kosong

Hoaaah, kali ini saya menguap bukan karena saya baru bangun. Tapi karena hari ini saya bangun lama. Ditemani oleh suara dumbrang-dumbreng dari kafe Ngopdoel dan segelas coklat yang sudah habis, saya mencoba membuat blog paling teler saat ini pada sejarah hidup saya.

Tulisan malam ini saya buka dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah karena ada makhluk bernama Dwininta Widyastuti yang memiliki hoki laksana dewa langit. iPod yang sempat hilang 1 hari karena perbuatan dia yang sangat brilian, berhasil ditemukan oleh bapak petugas kebersihan labtek. Sore hari tadi Inta yang tidak memiliki inisiatif sama sekali untuk bertanya kepada bapak kebersihan dan memilih untuk mentransfer uang 1.5 juta kepada saya dibanding harus bertanya dulu akhirnya bertanya kepada bapak kebersihan atas ususl saya. Awalnya dia memasang muka malas-malasan yang membuat saya sangat iba...sangat ibaa...sampai-sampai kalau dia adalah anak kucing, saya bahkan tidak tega untuk tidak memungutnya dan dimasukkan ke dalam kardus berisi kapas penuh kloroform (biar sekalian teler).

Selain karena iPod yang ditemukan lagi , saya merasa senang hari ini karena Ibu Aida T. Yusuf yang selama ini membuat kami sekelompok Anfiswan tertekan, berhasil memberi kami cahaya kebahagiaan bahwa penelitian kecil kami ada kemungkinan bisa dilaksanakan. Kami sempat ditolak untuk melakukan konsultasi padanya karena pada hari konsultasi, hanya saya dan Dennise Gabriele Desatrio Saroinsong -saya suka sekali menyebut nama lengkapnya- yang dapat datang tepat waktu. Sisanya, datang tepat waktu saat pergantian ke kelompok berikutnya. Alhasil kami diharuskan mengalami olahraga jantung sampai hari ini. Kami berhasil membuat Bu Aida cukup senang karena kami mencoba melakukan usaha untuk mengejar ketinggalan kami dari teman-teman kami yang sudah melakukan konsultasi. HIP HIP HURA!

Tapi tetap saja, kesialan yang belum berakhir adalah kesialan bahwa tempat kosan saya internetnya masih bagaikan lampu pertama yang diciptakan Thomas Alva Edison, Mati-Nyala, Mati-nyala, Matiiiii...
Hal ini membuat saya masuk ke dalam situasi seperti sekarang ini. Situasi dimana saya harus pergi ke suatu kafe guna menyelesaikan pekerjaan saya. Sekarang ini waktu menunjukkan pukul 10.42 waktu macbook saya. Jadilah saya harus diusir oleh orang-orang ngopdoel. Hahaha. 

Baik, pesan saya untuk blog saat ini. Percayalah pada Ibu Kartini! HABIS GELAP TERBITLAH TERANG! (kecuali untuk masalah internet) ya, jaman Ibu Kartini juga belum ada internet sih. CIAO!

Comments

  1. hidup: ipod, kamera, buku jurnal

    ReplyDelete
  2. Hahahaah, setuju Aisyaah...dan teman gw si dwininta ini sangat bersyukur akan hidupnya yang beruntung

    ReplyDelete
  3. hmm kyknya gue yg ngantuk, bebas, mp3, bengong (dan kadang gosip) hahaha

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts