Episode 1

Siang ini panas, angin bertiup lembut membelai pipi pria itu. Dia berdiri tegak menghadap gedung tinggi.
"Di sinilah perjalananku dimulai lagi.", Pikirnya dalam hati.
Perlahan dia berjalan di atas jalan setapak yang tersusun dari batu-batu kecil. Sambil memperhatikan tanaman yang ditanam di antara jalan setapak itu. Tanaman itu tergolong pendek, dengan daun berukuran kecil dan rimbun. Ada daun-daun kecil berwarna coklat yang berada di atas kerimbunan daun tersebut. Tampaknya daun tersebut berasal dari pohon yang tumbuh di dekatnya.
"Halo!"
Terdengar seseorang menyapa dari sebelah kanan dia. Dia tidak sadar bahwa dia sudah mencapai suatu perempatan. 
"Hai! Apa kabar lo?"
"Hahaha, baik... Lo di sini juga? Wah, kebetulan sekali."
Wajah gadis itu tidak berubah. Masih sama, masih seperti yang dulu. Wajah manis yang ia kenal saat dia masih kecil.
"Ehm, iya gue sekarang kuliah di sini juga. Hehehe. Lo masuk fakultas apa?", Tanya Pria tersebut.
"Gue, masuk Arsitektur loh. Hahaha, menapaki impian gue merancang rumah pribadi.", Jawabnya sambil menunjukkan kartu studi mahasiswa yang terbungkus platik tipis.
"Wah, selamat ya! Ehm, ngekos di mana?"
"Gue ngekos di deket dipati ukur. Ya, deket sih dari sini.", Ucapnya sambil tersenyum.
'Ya, masih sama. Tidak berubah sama sekali.' Pikir pria itu dalam hati. Dia masih memiliki senyum itu. Senyum yang dulu selalu menemani hari-harinya di masa kecil. Ketika berlari bersama dan saling dorong saat main gobak sodor. Senyum yang mengingatkannya akan perkerjaan rumah dan tugas kelompok. Senyum yang selalu ada untuk menghibur dikala dia dimarahi oleh orang tua.
Sekejap saja dia teringat akan peristiwa itu, tiba-tiba gadis itu menarik tangannya. Dia menarik pria itu ke depan loket. Loket bertuliskan REGISTRASI.
"Ayo, cepat lo registrasi. Biar kita bisa jalan. Hehehehe.", Ujar gadis itu.
"Eh, iya iya...sabar dong...", Jawab pria itu sambil mengambil kertas daftar ulang.

To be continued...

Comments

Post a Comment

Popular Posts